Bandar Lampung — Bukit Camang di kawasan Kedamaian, Bandar Lampung, terus dikeruk. Di tengah proyek pengembangan perumahan, alat berat bekerja hampir tanpa jeda, mengikis bukit dan memuat material batuan ke puluhan truk yang hilir mudik keluar dari kawasan tersebut.

Aktivitas itu menuai keluhan warga sekitar. Selain menimbulkan debu dan kebisingan, lalu lintas kendaraan berat juga membuat kondisi jalan di sekitar lokasi cepat rusak.

Seorang warga, Iwan (37), mengatakan pengerukan bukit sudah berlangsung cukup lama. Ia memperkirakan aktivitas tersebut terjadi sejak sekitar satu hingga dua tahun terakhir.
“Kalau pembangunan perumahan sebenarnya tidak masalah. Tapi karena di situ juga ada aktivitas menambang batu, dampaknya langsung terasa ke lingkungan,” kata Iwan, Senin (16/3/2026).

Baca Juga  Hangatnya Silaturahmi Sumbagsel di Griya Agung, Eva Dwiana Ajak Perkuat Rasa Kebersamaan

Menurut dia, aktivitas tersebut sempat berhenti beberapa waktu. Namun belakangan kembali berjalan dengan intensitas yang lebih tinggi.
Pantauan di lokasi menunjukkan sedikitnya tujuh unit alat berat jenis ekskavator beroperasi di area pengerukan. Puluhan truk pengangkut material juga terlihat keluar masuk kawasan Bukit Camang membawa batuan menuju lokasi yang belum diketahui secara pasti.

Warga mempertanyakan legalitas aktivitas tambang tersebut. Sebab, selain berada di area pengembangan perumahan, kegiatan galian nonmineral itu diduga tidak mengantongi izin resmi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan proyek perumahan Sky View Kedamaian dikerjakan oleh salah satu pengembang di Bandar Lampung yang disebut terkait dengan Sultan Perdana Grup. Sementara aktivitas penambangan batuan diduga dilakukan oleh pihak ketiga yang mengelola kegiatan di area proyek.
Beredar pula informasi bahwa tambang tersebut diduga berkaitan dengan seorang pengusaha berinisial H yang disebut memiliki perusahaan tambang batuan resmi di Lampung, yakni PT BM. Namun informasi itu masih dalam tahap penelusuran.

Baca Juga  Enam Raperda Inisiatif DPRD Bandar Lampung: Wujud Komitmen untuk Kota yang Lebih Baik

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengembang maupun instansi terkait belum memberikan penjelasan resmi mengenai legalitas aktivitas penambangan di kawasan tersebut.
Di tengah alat berat yang terus menggerus bukit, warga berharap pemerintah dan aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan pengawasan dan penertiban sebelum kerusakan lingkungan di Bukit Camang semakin meluas.(Wil)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan