BANDAR LAMPUNG – Laporan khusus Majalah Tempo edisi 12 April 2026 tentang wacana peleburan Partai NasDem dengan Partai Gerindra tak berhenti sebagai isu di tingkat nasional. Di daerah, khususnya Lampung, kabar itu menjalar cepat dan memantik respons yang tak kalah cepat.
Di Kantor DPW NasDem Lampung, Selasa (14/4/2026), bantahan disampaikan dalam nada yang tegas, meski tetap terbungkus bahasa resmi. Ketua DPW NasDem Lampung, Herman HN, menyebut informasi dalam laporan tersebut tidak benar dan berpotensi menyesatkan publik.
Menurut dia, isu strategis seperti kemungkinan merger partai semestinya tidak dipublikasikan tanpa proses konfirmasi yang memadai, terlebih kepada Ketua Umum Surya Paloh.
“Dalam prinsip jurnalistik, keberimbangan menjadi hal mendasar. Kami tidak melihat itu dalam pemberitaan ini,” ujar Herman.
Bantahan itu kemudian diformalkan dalam pernyataan sikap yang ditandatangani jajaran DPW dan DPD NasDem se-Provinsi Lampung.
Dokumen tersebut tidak hanya menolak substansi laporan, tetapi juga secara terbuka meminta Majalah Tempo mencabut berita yang dimaksud serta menyampaikan permintaan maaf kepada Surya Paloh.
Dalam pernyataan yang sama, kader NasDem Lampung menyebut kemungkinan menggelar aksi unjuk rasa apabila tuntutan tersebut tidak direspons. Jumlah massa yang disebut sekitar 3.000 orang menjadi penanda bahwa respons ini bukan sekadar simbolik.
Herman tidak menampik opsi tersebut. Ia menyebut langkah itu sebagai bagian dari hak demokratis kader dalam menyampaikan keberatan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa langkah utama yang diambil tetap berada pada jalur organisasi.
Di sisi lain, dinamika ini juga menunjukkan bagaimana isu di tingkat pusat dapat dengan cepat beresonansi hingga ke daerah. Bagi struktur partai, respons menjadi penting, bukan hanya untuk membantah informasi, tetapi juga menjaga soliditas internal.
Hal itu tercermin dari agenda yang disusun DPW NasDem Lampung. Pada Rabu (15/4/2026), seluruh DPD NasDem kabupaten/kota dijadwalkan berkumpul. Pertemuan ini disebut sebagai forum konsolidasi, sekaligus ruang untuk menyamakan sikap menghadapi pemberitaan yang beredar.
Herman menekankan bahwa isu merger tidak akan memengaruhi arah politik partai di daerah. Ia memastikan seluruh struktur tetap fokus menjalankan agenda organisasi dan menjaga loyalitas kepada Surya Paloh.(Red)





