Bandar Lampung — Madrasah di Kota Bandar Lampung diminta tidak hanya menjadi lembaga pendidikan formal, tetapi juga tampil sebagai ruang tumbuh generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, menegaskan bahwa posisi Bandar Lampung sebagai ibu kota provinsi menjadikan kualitas madrasah di daerah ini memiliki peran penting sebagai cerminan kemajuan pendidikan Islam di Lampung.
“Madrasah di Bandar Lampung harus menjadi contoh. Bukan hanya unggul dalam akademik, tetapi juga menjadi ruang pendidikan yang membentuk akhlak dan karakter anak,” ujar Zulkarnain saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Bidang Pendidikan Madrasah Kota Bandar Lampung, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga  DPRD Lampung Siapkan Perda JDIH, Jadi Rujukan Informasi Hukum Pertama di Indonesia

Dalam arahannya, Zulkarnain menekankan bahwa madrasah memiliki keunggulan karena mengintegrasikan pendidikan umum dan pendidikan agama secara seimbang. Menurutnya, sistem ini memberi bekal lengkap bagi peserta didik, baik dalam ilmu pengetahuan maupun pembentukan moral.

Ia juga meluruskan pandangan sebagian masyarakat yang masih menganggap lulusan madrasah terbatas pada profesi keagamaan. Padahal, kata dia, banyak lulusan madrasah yang mampu bersaing di berbagai bidang profesional.
“Madrasah tidak membatasi masa depan anak. Justru di sinilah mereka ditempa dengan ilmu, karakter, dan akhlak sekaligus,” katanya.

Lebih jauh, Zulkarnain mengajak para pendidik di madrasah untuk mengedepankan pendekatan yang lebih humanis dalam proses belajar mengajar. Ia menegaskan bahwa pendidikan harus dijalankan dengan kasih sayang dan pemahaman terhadap karakter peserta didik.
“Anak-anak perlu dipahami, bukan hanya dinilai. Pendidikan harus dilakukan dengan hati, bukan dengan kekerasan,” tegasnya.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Bersama Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Siapkan Satu Tiang Kabel Bersama

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya adaptasi madrasah terhadap perkembangan teknologi dan media sosial. Menurutnya, madrasah perlu lebih aktif menampilkan berbagai capaian positif agar kepercayaan publik semakin meningkat.
“Kita harus hadir di ruang digital. Tampilkan prestasi, kegiatan, dan hal-hal baik dari madrasah maupun pesantren,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Lampung, Herry Setiawan, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 127 madrasah di Bandar Lampung, terdiri dari RA, MI, MTs, dan MA, dengan total lebih dari 28 ribu peserta didik.
Ia menilai besarnya jumlah lembaga tersebut perlu diiringi dengan penguatan tata kelola, peningkatan kualitas guru, serta digitalisasi layanan pendidikan.
“Madrasah di Bandar Lampung harus semakin tertib, unggul, ramah, dan terintegrasi dalam sistem pendidikan modern,” kata Herry.

Baca Juga  Bridge PWI Lampung Tancap Gas, Bidik Dua Emas di Porwanas 2027

Rakor tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan madrasah di Bandar Lampung agar tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga ruang pembentukan generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap bersaing di masa depan.(**)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan