Bandar Lampung — Hari Raya Iduladha selalu menghadirkan cerita tentang keikhlasan dan pengorbanan. Namun di halaman Kantor PWNU Lampung, Sabtu (30/5/2026), ada cerita lain yang juga terasa begitu kuat yakni cerita tentang kebersamaan, gotong royong, dan ribuan senyum yang lahir dari semangat berbagi.
Sejak pagi, suasana di kawasan Telukbetung Utara itu dipenuhi aktivitas para relawan dan panitia. Mereka bekerja bersama, mulai dari proses penyembelihan hewan kurban, pemotongan daging, hingga pengemasan ribuan paket yang akan dibagikan kepada masyarakat.
Tahun ini, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung menyembelih 10 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Dari hewan kurban tersebut, sebanyak 1.328 paket daging berhasil disalurkan kepada badan otonom, lembaga-lembaga NU, serta masyarakat sekitar.
Angka itu mungkin terlihat sebagai statistik biasa. Namun di balik setiap paket yang dibagikan, tersimpan harapan dan kebahagiaan bagi keluarga-keluarga yang menerimanya. Bagi sebagian warga, daging kurban menjadi hidangan istimewa yang hanya bisa dinikmati pada momen tertentu.
Karena itu, pembagian kurban selalu membawa makna yang lebih dalam daripada sekadar bantuan pangan.
Salah satu hewan kurban yang disembelih merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan bobot mencapai satu ton. Selain itu, sejumlah tokoh dan pejabat di Lampung juga turut berpartisipasi menyerahkan hewan kurban melalui PWNU Lampung.
Ketua PWNU Lampung, Puji Raharjo, mengingatkan bahwa esensi kurban tidak berhenti pada prosesi penyembelihan hewan. Menurutnya, kurban adalah pelajaran tentang ketundukan kepada Allah SWT sekaligus kepedulian terhadap sesama manusia.
Di tengah kehidupan yang semakin sibuk dan individualistis, kurban menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sering kali lahir dari kesediaan untuk berbagi. Dari tangan para shahibul kurban, manfaat itu kemudian mengalir kepada mereka yang membutuhkan.
Semangat itulah yang terasa sepanjang pelaksanaan kurban bersama di PWNU Lampung. Para pengurus, relawan, dan masyarakat bergotong royong tanpa memandang latar belakang. Semua larut dalam satu tujuan yang sama, menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat.
Ketua LAZISNU PWNU Lampung, Ahmad Jalaluddin, menyebut meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan hewan kurban melalui PWNU menjadi amanah yang harus dijaga. Baginya, kurban bukan hanya ibadah personal, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas sosial.
Sementara itu, Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PWNU Lampung, Enny Puji Lestari, memastikan seluruh proses distribusi dilakukan secara terencana agar tepat sasaran. Dengan melibatkan banyak relawan, daging kurban dapat sampai kepada penerima yang berhak dan memberikan manfaat nyata.
Pada akhirnya, Iduladha bukan sekadar tentang hewan yang disembelih atau jumlah paket yang dibagikan. Lebih dari itu, Iduladha adalah tentang bagaimana nilai-nilai kepedulian terus hidup di tengah masyarakat.
Dan pada hari itu, di halaman PWNU Lampung, 1.328 paket kurban tidak hanya menghadirkan daging untuk dibawa pulang. Ia juga membawa pesan tentang persaudaraan, kebersamaan, dan ribuan senyum yang menjadi wajah nyata dari semangat berbagi.(Herwanda Pratama)




