Bandar Lampung – Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Lampung, Ade Utami Ibnu, menegaskan pentingnya sinergi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) dalam upaya mengendalikan inflasi sekaligus menjaga iklim investasi di Provinsi Lampung. Menurutnya, langkah konsisten dan terkoordinasi antar-OPD menjadi fondasi utama agar Lampung mampu menarik investasi sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

“Kalau kita serius menjadikan Lampung sebagai daerah tujuan investasi, maka tidak boleh ada ketidakpastian di sektor harga. Investasi hanya akan masuk ketika ekonomi daerah terjaga, daya beli stabil, dan potensi gejolak dapat dikendalikan,” ujar Ade Utami di Bandar Lampung, Selasa (15/7/2025).

Baca Juga  Kasus Suap Rp106,3 M, Nusron Wahid Didesak Mundur Dari Menteri

Pemerintah Daerah Diminta Tidak Reaktif

Ade mengingatkan bahwa pemerintah daerah tidak boleh hanya bersikap reaktif ketika inflasi sudah terjadi. Sebaliknya, perlu ada konsistensi kebijakan serta langkah antisipasi yang jelas untuk menghadapi potensi ancaman.

“Pengendalian inflasi harus berbasis sistem, bukan sekadar reaksi sesaat. Lampung harus menunjukkan kesiapan sistemik, bukan hanya memberikan insentif administratif. Dengan begitu, kepercayaan investor akan terjaga,” tegasnya.

Inflasi dan Daya Beli Masyarakat

Politisi PKS ini menekankan bahwa inflasi sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Jika harga-harga kebutuhan pokok tidak stabil, bukan hanya masyarakat yang terdampak, tetapi juga iklim investasi yang akan terganggu.

“Investor membutuhkan kepastian. Salah satu indikator kepastian itu adalah stabilitas harga di pasar. Jika inflasi terkendali, maka roda ekonomi masyarakat ikut terjaga, dan investor merasa aman menanamkan modalnya di Lampung,” jelas Ade.

Baca Juga  Festival Krakatau, Azana Boutique Hotel Tawarkan Diskon Kamar 25 Persen

Harapan untuk Lampung

Lebih jauh, Ade Utami berharap pemerintah provinsi bisa membangun sistem pengendalian inflasi yang terintegrasi dengan semua OPD. Ia menilai sektor pertanian, perdagangan, perhubungan, hingga ketahanan pangan harus bekerja secara sinergis, bukan berjalan sendiri-sendiri.

“Sinergi antar-OPD adalah kunci. Kita tidak bisa mengandalkan satu sektor saja. Semua harus terlibat agar inflasi terkendali dan Lampung siap menyambut investasi baru,” pungkasnya.

Dengan dorongan dari DPRD, diharapkan Pemprov Lampung dapat memperkuat strategi kebijakan jangka panjang, sehingga stabilitas harga dan kepercayaan investor bisa terjaga secara berkelanjutan.(Rls)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan