BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pertanian mempercepat vaksinasi hewan ternak guna mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Hingga Senin (13/4/2026), tercatat sebanyak 210 ekor ternak, terdiri dari sapi, kambing, dan domba, telah mendapatkan suntikan vaksin. Langkah ini dilakukan sebagai upaya proteksi dini di tengah meningkatnya mobilitas lalu lintas hewan kurban.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung, Dedeh Ernawati Fauzie, mengatakan vaksinasi akan terus digencarkan hingga menjelang hari raya guna memastikan seluruh ternak dalam kondisi sehat.
“Vaksinasi ini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan ternak sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang akan berkurban,” ujarnya.

Baca Juga  DPRD Rekomendasikan 6 Tempat Karaoke di Bandar Lampung Ditutup

Dari total alokasi 500 dosis vaksin tahap awal, distribusi difokuskan pada empat kecamatan, yakni Tanjung Senang sebanyak 80 ekor, Way Halim 60 ekor, Kedamaian 60 ekor, dan Kemiling 10 ekor.

Selain vaksinasi, Dinas Pertanian juga memperketat pengawasan lalu lintas ternak yang masuk ke wilayah kota. Tim dokter hewan turut diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan serta memberikan edukasi kepada peternak terkait gejala Penyakit Mulut dan Kuku.

Saat ini, Bandar Lampung masih berstatus nihil kasus PMK. Pemerintah kota pun berupaya mempertahankan kondisi tersebut dengan memastikan proses pemotongan hewan kurban memenuhi prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

Dedeh juga mengimbau para pelaku usaha ternak agar hanya menjual hewan yang sehat dan layak. Sementara masyarakat diminta lebih teliti dalam memilih dan mengolah daging kurban.
“Pastikan daging dalam kondisi baik dan dimasak hingga matang sempurna demi keamanan konsumsi keluarga,” pungkasnya.(Yend)

Baca Juga  YBM BRILiaN Region 5 Bandar Lampung Terima Penghargaan sebagai Mitra Beasiswa Terbaik dari ITERA

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan