Bandar Lampung — Kekhawatiran orang tua terhadap kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung. Pengawasan terhadap dapur penyedia makanan kini diperketat agar insiden serupa tidak kembali menimpa para siswa.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk aktif melakukan pengawasan melalui tenaga sanitarian di masing-masing wilayah.
“Seluruh kepala puskesmas sudah kami instruksikan melakukan pengawasan, mulai dari pemeriksaan dapur hingga memastikan standar kesehatan terpenuhi,” ujar Muhtadi, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, pengawasan dilakukan sejak tahap awal melalui Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) terhadap dapur Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPMBG). Petugas memeriksa kelayakan dapur, sanitasi, ketersediaan air bersih, hingga standar higiene makanan.
Jika masih ditemukan kekurangan, pengelola dapur diminta segera melakukan perbaikan sebelum proses sertifikasi dilanjutkan.
Muhtadi menegaskan, kepemilikan izin dan sertifikat saja tidak cukup menjamin keamanan makanan. Kedisiplinan petugas dalam menjalankan standar operasional menjadi faktor paling penting untuk mencegah keracunan.
“Keracunan biasanya terjadi karena SOP tidak dijalankan dengan disiplin,” katanya.
Ia mengungkapkan, sejauh ini sedikitnya empat lokasi di Bandar Lampung pernah mengalami kasus keracunan makanan program MBG, di antaranya di wilayah Sukabumi, Kemiling, dan Teluk, dengan jumlah korban mencapai ratusan siswa.
Peristiwa tersebut, lanjutnya, menjadi evaluasi besar bagi seluruh pengelola dapur MBG agar lebih berhati-hati dalam proses pengolahan dan distribusi makanan.
Muhtadi berharap seluruh kepala SPMBG dapat memastikan setiap pegawai mematuhi aturan keamanan pangan demi melindungi kesehatan para penerima manfaat, terutama anak-anak sekolah dan ibu hamil.
“Yang paling penting adalah konsistensi menjalankan aturan. Karena makanan yang diberikan bukan sekadar program, tetapi menyangkut kesehatan masyarakat,” tandasnya.(Yen)




