Bandar Lampung — Komisi II DPRD Provinsi Lampung mengapresiasi peningkatan produksi padi di Lampung yang mencapai 14–15 persen sepanjang 2025. Capaian tersebut dinilai sebagai sinyal positif bagi ketahanan pangan daerah.
Anggota Komisi II DPRD Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, mengatakan kenaikan produksi itu merupakan hasil kerja keras petani yang didukung program pemerintah, mulai dari perbaikan irigasi, ketersediaan pupuk, hingga pendampingan teknis di lapangan.
“Ini menunjukkan kerja keras petani sekaligus efektivitas dukungan program pemerintah. Ke depan, capaian ini harus terus ditingkatkan,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Meski demikian, ia mengingatkan agar peningkatan produksi tidak hanya berhenti pada angka statistik. Menurutnya, lonjakan hasil panen harus diiringi kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga gabah, terutama saat panen raya.
“Jangan sampai produksi meningkat, tetapi kesejahteraan petani justru stagnan karena harga gabah jatuh,” tegasnya.
Ia mendorong pemerintah daerah bersama BUMD pangan dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan perlindungan harga berjalan efektif. Dengan begitu, peningkatan produktivitas benar-benar berdampak pada kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan Lampung secara berkelanjutan.(Rdo)





