Bandar Lampung-
Langkah kecil dari ruang-ruang akademik bisa menjadi awal perubahan besar bagi masa depan. Itulah semangat yang dibawa Universitas Teknokrat Indonesia saat menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Di balik penandatanganan nota kesepahaman, tersimpan harapan agar riset tak lagi hanya berhenti di atas kertas. Para dosen dan mahasiswa didorong untuk menghadirkan inovasi nyata—yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kunjungan yang dipimpin Sampurna Dadi Riskiono ini menjadi ruang bertemunya ide, gagasan, dan mimpi tentang masa depan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Diskusi demi diskusi mengalir, membahas bagaimana energi terbarukan hingga efisiensi energi bisa menjadi bagian dari solusi menghadapi tantangan zaman.

Baca Juga  Enam Raperda Inisiatif DPRD Bandar Lampung: Wujud Komitmen untuk Kota yang Lebih Baik

Tak hanya berbicara, rombongan juga melihat langsung bagaimana teknologi dikembangkan di laboratorium BRIN—sebuah pengalaman yang membuka cakrawala, bahwa inovasi bukan sekadar konsep, melainkan sesuatu yang bisa diwujudkan.

Bagi Mahathir Muhammad, kerja sama ini bukan hanya tentang institusi, tetapi tentang manusia tentang bagaimana generasi muda diberi ruang untuk tumbuh, berpikir, dan mencipta.
“Kami ingin mahasiswa dan dosen tidak hanya belajar, tetapi juga berkontribusi nyata,” ujarnya.

Lebih dari itu, kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah menuju kampus yang lebih hijau dan berkelanjutan. Sebuah upaya kecil yang jika terus dirawat, bisa menjadi kontribusi besar bagi lingkungan dan masa depan bangsa.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan inovasi yang semakin mendesak, kerja sama ini seperti pengingat  bahwa harapan selalu ada selama ilmu pengetahuan dan kolaborasi terus berjalan beriringan.(**)

Baca Juga  Bersama PKBI Lampung, LPKA Kelas II Bandar Lampung Sukses Gelar Perayaan Hari Anak Nasional 2025

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan