BANDAR LAMPUNG — Pembangunan sebuah kota tidak selalu terlihat dari gedung-gedung tinggi atau jalan yang semakin ramai. Bagi warga, pembangunan justru terasa dari hal-hal sederhana: air bersih yang mengalir, jalan yang nyaman dilalui, saluran air yang tidak lagi mudah meluap, hingga lingkungan yang terbebas dari tumpukan sampah.
Hal-hal itulah yang kini menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandar Lampung. Pemerintah kota tengah mematangkan sejumlah program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari kawasan pesisir, penanganan banjir, hingga pengelolaan sampah menjadi energi listrik.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan penataan kawasan pesisir membutuhkan perencanaan yang matang dan melibatkan tenaga ahli. Pembangunan tidak hanya diarahkan pada pembenahan kawasan, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah tersebut terpenuhi.
“Kami sekarang ini juga sedang menata daerah pesisir pantai, pesisir laut yang ada di Bandar Lampung, mulai dari air bersih, jalan, drainase dan pembangunannya,” ujar Eva.
Pesisir menjadi salah satu wajah penting Bandar Lampung. Di kawasan ini, aktivitas warga berjalan setiap hari. Karena itu, pembenahan infrastruktur diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi ikut membuka ruang bagi kehidupan ekonomi masyarakat.
Potensi tersebut juga terlihat dari geliat sektor pariwisata, perhotelan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Eva menyebut jumlah UMKM di Bandar Lampung cukup besar dan memiliki kemampuan untuk bersaing dengan daerah lain.
“UMKM-nya Bandar Lampung itu luar biasa banyaknya dan tidak kalah dengan daerah-daerah lain. Hotel-hotel di Bandar Lampung juga sudah cukup banyak,” katanya.
Di sisi lain, persoalan banjir masih menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani secara serius. Pemerintah kota menggandeng Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menyusun masterplan dan Detail Engineering Design (DED) penanganan banjir.
Dinas Pekerjaan Umum juga telah memetakan empat sungai utama yang menjadi prioritas penanganan, yakni Way Balau, Way Junai, Way Kandis, dan Way Kuala.
Langkah itu dilengkapi dengan rencana pembangunan 50 titik sumur resapan, peningkatan sosialisasi biopori hingga tingkat rukun tetangga (RT), serta penguatan operasional Satgas Penanggulangan Banjir.
Upaya tersebut menjadi penting karena banjir bukan sekadar persoalan genangan air. Ketika hujan deras datang, warga berhadapan dengan aktivitas yang terganggu, kendaraan yang sulit melintas, rumah yang terancam kemasukan air, hingga kerugian ekonomi.
Karena itu, pembenahan sungai, drainase, dan sistem resapan diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk membuat kota lebih siap menghadapi hujan ekstrem.
Persoalan lain yang tak kalah dekat dengan kehidupan warga adalah sampah.
Pemkot Bandar Lampung kini mendorong kerja sama interkoneksi regional bersama Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam pengelolaan sampah melalui teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Konsepnya, sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan diolah menjadi sumber energi.
Namun, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku. Pemkot Bandar Lampung menyatakan memiliki kewajiban memastikan pasokan sampah sedikitnya 770,13 ton setiap hari untuk mendukung operasional PSEL.
“Kami berkewajiban menjamin pasokan sampah minimal 770,13 ton per hari,” tegas Eva.
Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Bandar Lampung tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana kota menghadapi persoalan yang paling dekat dengan warganya.
Pesisir yang membutuhkan penataan, sungai yang harus dijaga, banjir yang perlu dikendalikan, serta sampah yang mesti diubah menjadi sesuatu yang bernilai menjadi bagian dari pekerjaan besar membangun kota.
Pada akhirnya, ukuran pembangunan bukan hanya seberapa besar proyek yang dikerjakan, tetapi seberapa jauh hasilnya membuat kehidupan warga menjadi lebih mudah, aman, dan nyaman.(Red)




