Bandar Lampung – Perang melawan tuberkulosis (TBC) tidak hanya menjadi tugas tenaga kesehatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung kini mengajak masyarakat menjadi garda terdepan dalam mendeteksi penyakit menular tersebut sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan penularan bisa dicegah.

Langkah ini dilakukan di tengah masih besarnya tantangan penemuan kasus TBC di Kota Bandar Lampung. Dinkes menilai peran masyarakat sangat penting karena gejala awal TBC sering kali muncul dan diketahui lebih dahulu oleh keluarga maupun lingkungan sekitar.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, mengatakan saat ini seluruh puskesmas di Bandar Lampung telah memiliki tim khusus penanganan TBC. Tim tersebut tidak bekerja sendiri, melainkan menggandeng kelurahan, kader posyandu, hingga pengurus RT dan RW untuk membantu menemukan warga yang berpotensi mengidap TBC.
“Setiap puskesmas di Bandar Lampung sudah memiliki tim penanganan TBC. Kami juga bekerja sama dengan pihak kelurahan, kader posyandu, RT dan RW agar ikut memperhatikan warga yang terindikasi TBC,” kata Muhtadi, Jumat (12/06).

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Ambil Alih Normalisasi Sungai Tanjung Senang

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting dalam mempercepat penemuan kasus. Sebab, masih banyak penderita yang tidak menyadari gejala yang dialaminya atau memilih tidak memeriksakan diri karena berbagai alasan, termasuk stigma yang masih melekat terhadap penyakit tersebut.

Padahal, TBC merupakan penyakit yang bisa disembuhkan apabila ditemukan sejak dini dan pasien menjalani pengobatan secara teratur hingga tuntas.

Muhtadi mengimbau warga untuk tidak menganggap remeh gejala-gejala yang mengarah pada TBC. Batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, berat badan menurun tanpa sebab yang jelas, nafsu makan berkurang, serta tubuh yang semakin lemah harus menjadi perhatian.
“Kalau ada gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, badan mulai kurus, dan nafsu makan berkurang, jangan ditunda. Segera periksakan diri ke puskesmas terdekat,” ujarnya.

Baca Juga  Fraksi PKS DPRD Lampung Terima Audiensi ORKI, Siap Kawal Aspirasi Pegiat Kebugaran

Ia menegaskan, seluruh layanan pemeriksaan dan pengobatan TBC dapat diakses masyarakat secara gratis melalui fasilitas kesehatan pemerintah. Jika seseorang dinyatakan positif TBC, pasien akan mendapatkan pendampingan pengobatan selama enam bulan hingga dinyatakan sembuh.

Tak hanya pasien, anggota keluarga yang tinggal serumah juga akan menjalani pemeriksaan sebagai langkah pencegahan penularan.
“Jika ada satu anggota keluarga yang terkena TBC, anggota keluarga lainnya juga akan dilakukan pemeriksaan. Ini penting untuk memutus mata rantai penularan,” jelas Muhtadi.

Untuk mendukung percepatan diagnosis, Dinkes Kota Bandar Lampung juga telah menyediakan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) di sembilan puskesmas. Alat tersebut memungkinkan deteksi TBC dilakukan lebih cepat dan akurat sehingga pasien bisa segera mendapatkan pengobatan.

Baca Juga  Menjaga Asa, Lampung Berjuang Cegah Anak Putus Sekolah

Melalui keterlibatan masyarakat, Dinkes berharap semakin banyak kasus TBC dapat ditemukan lebih awal. Dengan demikian, peluang kesembuhan pasien semakin besar dan target eliminasi TBC di Kota Bandar Lampung pada tahun 2030 dapat tercapai.

“Semakin cepat ditemukan, semakin cepat diobati, dan semakin kecil risiko penularannya. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk peduli dan berani memeriksakan diri jika mengalami gejala TBC,” pungkasnya. (Wanda)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan