Table of contents: [Hide] [Show]

 

Bandar Lampung – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menghadiri High Level Meeting dalam rangka menghadapi bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1446 H/2025 M. Acara ini berlangsung di Auditorium Lantai 4, Gedung Kantor Bank Indonesia Perwakilan Lampung, Kamis (06/03/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirzani menekankan bahwa bulan Ramadan menjadi momen dengan perputaran uang terbesar di masyarakat. Bahkan, sekitar 30% dari pendapatan tahunan masyarakat biasanya dikeluarkan pada bulan ini.

“Perputaran uang paling besar itu terjadi di bulan Ramadan. Sekitar 70% dari pendapatan masyarakat digunakan untuk berbelanja, bahkan 30% dari total pendapatan setahun dikeluarkan pada bulan ini. Ini sudah menjadi kultur. Jika ekonomi berjalan baik selama Ramadan, maka itu menjadi pijakan yang baik bagi perekonomian Lampung ke depan,” ujarnya.

Baca Juga  Kepala Dinas PKPCK Lampung Tegaskan BSMS 2023 Tak Ada Material Fiktif

Waspadai Spekulan yang Bermain Harga

Namun, Gubernur Mirzani juga mengingatkan bahwa tingginya perputaran uang di bulan Ramadan sering dimanfaatkan oleh spekulan untuk menaikkan harga dan menahan stok barang, demi meraup keuntungan besar.

“Bulan Ramadan ini adalah momen belanja besar-besaran. Beberapa pihak mungkin akan menaikkan harga atau menahan stok barang. Oleh karena itu, kita sebagai pemerintah harus bekerja sama, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, agar harga-harga tetap terkendali,” tegasnya.

Menurutnya, pengendalian harga hanya bisa dilakukan melalui kolaborasi yang baik antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemerintah provinsi, serta bupati dan wali kota. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan kestabilan ekonomi di bulan Ramadan dapat terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang.(Rls)

Baca Juga  Polemik Identitas Mantan Kadisdik Balam Bergulir ke Polisi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan