BANDARLAMPUNG — Kemarau bukan sekadar soal cuaca panas. Bagi sebagian warga Bandar Lampung, musim kering juga berarti persoalan air bersih yang harus dihadapi setiap hari.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Bandar Lampung menyiapkan pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah yang rawan kekeringan.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, pembangunan sumur bor disiapkan sebagai langkah jangka panjang agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terjaga ketika musim kemarau kembali datang.

“Kita akan buat sumur bor untuk mengatasi kekeringan di lima kecamatan yang terdampak,” kata Eva.

Pemkot masih melakukan pemetaan untuk menentukan titik pembangunan yang paling membutuhkan. Setiap wilayah terdampak direncanakan mendapat dua hingga tiga titik sumur bor.

Baca Juga  Mulai Senin Bandar Lampung Terapkan PPKM Darurat

Kawasan permukiman padat penduduk menjadi salah satu perhatian karena kebutuhan air bersih di wilayah tersebut cukup tinggi.

Penentuan lokasi secara teknis akan dikoordinasikan Sekretaris Daerah bersama Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung.

Tak berhenti pada penanganan kekeringan saat ini, Pemkot juga menyiapkan rencana pembangunan hingga 50 sumur bor pada tahun mendatang.

Rencana itu diharapkan dapat memperkuat infrastruktur penyediaan air bersih sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan distribusi air ketika musim kemarau berlangsung.

“Kita harap pembangunan sumur bor dapat menjadi solusi jangka panjang apabila kondisi kekeringan kembali terjadi pada musim kemarau berikutnya,” ujar Eva.

Namun kemarau juga membawa persoalan lain. Kondisi panas, kelembapan rendah dan angin kencang meningkatkan risiko kebakaran, terutama di kawasan yang dipenuhi semak dan material kering.

Baca Juga  DPRD Soroti Minimnya TPU di Perumahan, Dorong Regulasi Lebih Tegas untuk Pengembang

Kepala BPBD Kota Bandar Lampung Idham Basyar Syahputra mengingatkan warga agar berhati-hati ketika menggunakan api di luar rumah.

“Kalau memang ada aktivitas yang menggunakan api, pastikan api sudah benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi,” kata Idham.

Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.

Bagi Pemkot Bandar Lampung, pembangunan sumur bor menjadi bagian dari upaya menyiapkan kota menghadapi persoalan yang datang berulang. Sebab ketika kemarau tiba, air bersih bukan sekadar kebutuhan rumah tangga, tetapi kebutuhan dasar yang menyentuh langsung kehidupan warga.(Suf)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan