BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung terus memperkuat pemanfaatan teknologi digital untuk menjaga sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Melalui penerapan sistem pembayaran elektronik berbasis QRIS dan E-Report, pemerintah berupaya menciptakan pengelolaan pendapatan yang lebih transparan, efektif, dan akuntabel.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandar Lampung, Yusnadi Ferianto, mengatakan digitalisasi menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan seluruh potensi pendapatan daerah dapat tercatat dengan baik.
“Kami memperluas penerapan sistem pembayaran elektronik guna meningkatkan PAD. Tahun ini kami dorong pembayaran elektronik melalui QRIS dan sistem E-Report supaya penyetoran dari organisasi perangkat daerah (OPD) lebih efektif dan transparan,” kata Yusnadi, Jumat (5/6/2026).
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Hingga awal Juni 2026, realisasi PAD Kota Bandar Lampung telah mencapai sekitar 45 persen dari target yang ditetapkan hampir Rp2,9 triliun.
Menurut Yusnadi, penerimaan pajak daerah secara umum juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Rata-rata realisasi pajak telah melampaui 40 persen dan mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sektor hotel dan restoran masih menjadi penopang utama penerimaan pajak daerah. Meningkatnya aktivitas ekonomi serta tingginya tingkat hunian hotel di Kota Bandar Lampung memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan daerah.
Ia menjelaskan, hampir seluruh hotel dan restoran kini telah menerapkan sistem pembayaran dan pelaporan yang terintegrasi secara elektronik. Kondisi tersebut membantu pemerintah dalam meningkatkan pengawasan sekaligus mendorong kepatuhan wajib pajak.
Meski demikian, tantangan masih ditemui pada sektor retribusi yang dikelola sejumlah OPD. Karena itu, Pemkot Bandar Lampung terus mendorong perluasan sistem pembayaran non-tunai agar seluruh transaksi retribusi dapat tercatat secara real time dan meminimalkan potensi kebocoran pendapatan.
Bagi pemerintah daerah, digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang modern serta memastikan setiap rupiah pendapatan daerah dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.
Dengan tren penerimaan yang terus meningkat, Pemkot Bandar Lampung optimistis target PAD tahun 2026 dapat tercapai hingga akhir tahun.(Yen)





