Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah pada peringatan Hari Desa Nasional (HDN) Tahun 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Lukman Pura, saat Apel Mingguan di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Senin (19/01/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan bahwa momentum Hari Desa Nasional harus menjadi penguat semangat bersama dalam membangun desa yang mandiri, maju, dan sejahtera.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat memperingati Hari Desa Nasional Tahun 2026. Semoga momentum ini semakin menguatkan komitmen kita bersama dalam membangun desa sebagai pilar utama pembangunan daerah dan nasional,” demikian sambutan tersebut.
Sebagai langkah strategis, Pemprov Lampung menggulirkan program unggulan Program Desaku Maju yang dirancang untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah dan mendorong desa menjadi penggerak utama ekonomi daerah. Program ini menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi desa, peningkatan infrastruktur dasar, penguatan kapasitas SDM lokal, serta promosi produk unggulan desa.
Selain itu, program tersebut juga memperkuat jejaring pelaku usaha lokal serta mendorong pengembangan desa berbasis budaya, ekonomi kreatif, dan kearifan lokal.
Berdasarkan data tahun 2025 dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Lampung memiliki 2.446 desa. Dari jumlah tersebut, 699 desa berstatus berkembang, 1.186 desa berstatus maju, dan 561 desa telah berstatus mandiri berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM).
Status tersebut menunjukkan tren positif pembangunan desa di Lampung, baik dari sisi infrastruktur dasar, akses layanan publik, maupun penguatan ekonomi lokal berbasis pertanian, perikanan, dan pariwisata desa.
Pemprov Lampung berharap, peringatan Hari Desa Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan menuju visi “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045.”(Red)




