Table of contents: [Hide] [Show]

 

Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menggelar Sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) sebagai upaya meningkatkan kepedulian warga terhadap perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana. Dalam sambutannya, Eva menegaskan pentingnya peran semua pihak, mulai dari keluarga hingga lingkungan masyarakat, dalam mencegah kekerasan terhadap anak.

“Kita ingin Bandar Lampung menjadi kota yang benar-benar ramah anak. Semua pihak harus berperan aktif melindungi anak dari kekerasan, eksploitasi, dan penelantaran,” ujar Eva, Rabu (8/10).

Melalui program PATBM, Pemkot berharap masyarakat dapat menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan menindaklanjuti kasus kekerasan anak. Pemerintah juga terus memperluas jaringan perlindungan anak hingga tingkat kelurahan.

Baca Juga  DPRD Bandar Lampung Sebut Chandra Supermarket Sering Tak Ada Tim Gugus Tugas

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan kelurahan, kader PKK, tokoh masyarakat, serta lembaga perlindungan anak. Materi yang disampaikan meliputi mekanisme pelaporan kasus, pendampingan korban, serta strategi pencegahan kekerasan berbasis komunitas.

Eva juga mengimbau masyarakat agar tidak menutup mata terhadap tanda-tanda kekerasan anak.

“Jika ada indikasi kekerasan, jangan diam. Laporkan segera. Setiap anak berhak tumbuh dengan aman dan bahagia,” tegasnya.

Selain sosialisasi, kegiatan juga diisi dengan pembentukan relawan PATBM di tingkat kelurahan. Berdasarkan data SIMFONIPPA, tercatat 157 kasus kekerasan anak di Kota Bandar Lampung sepanjang Januari–Agustus 2025 dengan total 171 korban, terdiri dari 22 laki-laki dan 149 perempuan.(red)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan