BANDAR LAMPUNG — Pembangunan kota tidak hanya membutuhkan anggaran dan proyek. Di belakang jalan, gedung, serta berbagai infrastruktur yang dibangun, ada para kontraktor yang menjadi tangan pelaksana di lapangan.
Karena itu, Pemerintah Kota Bandar Lampung membuka ruang kolaborasi dengan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo). Hubungan keduanya diharapkan tidak berhenti pada urusan proyek, tetapi berkembang menjadi kerja sama untuk mendorong kualitas dan profesionalisme pelaku konstruksi lokal.
Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan saat menghadiri pelantikan pengurus DPC Gapeksindo Kota Bandar Lampung periode 2026-2031 di Hotel Amalia, Rabu (16/9/2026).
Iwan menyambut baik regenerasi kepengurusan organisasi tersebut. Menurut dia, Gapeksindo memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan.
“Memegang peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam mewujudkan infrastruktur yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan,” kata Iwan.
Bagi Pemkot, kolaborasi dengan organisasi konstruksi menjadi penting karena pembangunan bukan semata soal menyerap anggaran. Kualitas pekerjaan, profesionalisme pelaksana, hingga keberlanjutan infrastruktur ikut menentukan manfaat pembangunan yang dirasakan masyarakat.
Iwan berharap kepengurusan baru Gapeksindo aktif membangun komunikasi dengan Pemkot Bandar Lampung. Ruang dialog itu diperlukan agar pemerintah dan pelaku usaha konstruksi dapat berjalan dalam arah yang sama.
“Saya yakin di bawah kepemimpinan dan kepengurusan yang baru ini, DPC Gapeksindo Kota Bandar Lampung akan semakin solid, transparan, dan dapat melahirkan program kerja yang berdampak nyata, tidak hanya bagi para anggotanya, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat luas,” ujarnya.
Di sisi lain, Muhammad Yunizar yang dipercaya memimpin DPC Gapeksindo Bandar Lampung periode 2026-2031 membawa pekerjaan rumah dari sisi pelaku usaha.
Ia ingin Gapeksindo menjadi rumah bersama bagi para kontraktor. Bukan hanya tempat berhimpun, tetapi ruang untuk belajar, meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring, sekaligus memperjuangkan iklim usaha konstruksi yang sehat.
“Kami ingin menjadikan Gapeksindo Kota Bandar Lampung sebagai rumah besar bagi seluruh kontraktor, rumah untuk berjuang bersama, belajar dan meningkatkan kompetensi, serta memperjuangkan keadilan dalam iklim usaha konstruksi yang sehat, transparan dan berintegritas,” kata Yunizar.
Yunizar menyiapkan empat pilar kerja untuk periode kepemimpinannya. Yakni penguatan organisasi dan kelembagaan, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan anggota, sinergi dengan Pemkot Bandar Lampung, serta advokasi dan perlindungan hukum bagi anggota.
Di tengah agenda tersebut, Yunizar menaruh perhatian pada keberadaan kontraktor lokal.
“Kontraktor lokal harus menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” tegasnya.
Pernyataan itu mempertemukan dua kepentingan: pemerintah membutuhkan mitra pelaksana pembangunan yang profesional, sementara kontraktor lokal membutuhkan ruang untuk meningkatkan kapasitas dan berkompetisi secara sehat.
Ketua DPP Pandawa Lampung MH Hatta, ST, turut berharap kepemimpinan Yunizar membawa perubahan dan mampu membangun hubungan yang baik dengan pemerintah daerah.
“Semoga dengan terpilihnya Ketua Gapeksindo Kota M. Yunizar dapat membawa perubahan dan bisa bersinergi dengan Pemkot,” ujarnya.
Bagi Bandar Lampung, jalan kolaborasi itu pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang mengerjakan proyek. Lebih jauh, ia menyangkut bagaimana pembangunan dikerjakan dengan kualitas yang baik, pelaku lokal semakin kompetitif, dan hasilnya kembali dirasakan masyarakat.
Iwan pun mengajak seluruh pihak menyatukan langkah dan memperkuat kolaborasi demi pembangunan Bandar Lampung.
“Mari kita satukan langkah, merapatkan barisan, dan tingkatkan kolaborasi demi terwujudnya Bandar Lampung yang lebih maju, sejahtera dan berkelanjutan,” pungkasnya.(Suf)




