Lampung Selatan – PT Perkebunan Nusantara I (Persero) menyatakan komitmennya mendukung pengembangan Pusat Riset dan Pembibitan Tanaman Perkebunan Nasional di Kabupaten Lampung Selatan. Program yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan itu diharapkan menjadi penggerak penyediaan bibit unggul, peningkatan produktivitas perkebunan, dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras, menegaskan dukungan tersebut saat menghadiri diskusi strategis dan peninjauan lapangan di Kebun Kedaton Trikora, PTPN I Regional 7, Lampung Selatan, Sabtu (11/7).
Menurut Rivai, pembangunan pusat riset dan pembibitan merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem perkebunan nasional melalui inovasi dan pengembangan bibit unggul. Pada tahap awal, proyek akan dikembangkan di lahan seluas lima hektare sebagai bagian dari rencana kawasan riset sekitar 100 hektare yang dibangun secara bertahap.
“PTPN I siap mendukung penuh pilot project Pusat Riset dan Pembibitan Tanaman Perkebunan yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Kami meyakini pusat riset ini akan menjadi fondasi penting dalam menghasilkan bibit unggul, mempercepat inovasi, serta meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor perkebunan nasional,” ujar Rivai.
Diskusi dipimpin Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kasan, dan dihadiri jajaran Kementerian Pertanian, PTPN III, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.
Kasan mengapresiasi komitmen PTPN I dalam mendukung pelaksanaan program nasional tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, BUMN, perguruan tinggi, dan dunia usaha menjadi kunci keberhasilan pembangunan pusat pembibitan perkebunan nasional.
Selain menyiapkan lahan, PTPN I juga akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian, pemerintah daerah, lembaga penelitian, dan perguruan tinggi. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi petani sekaligus memperkuat industri perkebunan Indonesia.
Rivai menambahkan, program tersebut juga menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).
Seluruh kerja sama akan dilaksanakan sesuai regulasi yang berlaku dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme.
Dalam pertemuan itu, para pemangku kepentingan juga membahas penetapan lokasi pembibitan tahap awal, rencana pemindahan koleksi bibit tanaman perkebunan dari Medan ke Lampung Selatan, serta percepatan penyelesaian dokumen kerja sama riset dan pengembangan.
Pada tahap awal, pusat pembibitan akan mengembangkan komoditas strategis seperti lada, kelapa, kakao, dan alpukat. Bibit unggul yang dihasilkan nantinya akan disalurkan kepada petani di Lampung Selatan guna meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan riset juga akan melibatkan Universitas Indonesia Mandiri Lampung sebagai mitra akademik.
Melalui pembangunan Pusat Riset dan Pembibitan Tanaman Perkebunan Nasional, PTPN I berharap kawasan tersebut berkembang menjadi pusat inovasi, pendidikan, dan hilirisasi teknologi perkebunan yang mampu mendukung swasembada pangan sekaligus meningkatkan daya saing perkebunan Indonesia di tingkat global.(**)




