BANDARLAMPUNG — Di tengah derasnya arus informasi, satu berita bisa berpindah dari satu telepon genggam ke telepon genggam lainnya hanya dalam hitungan detik. Namun, cepatnya informasi beredar tidak selalu berarti benar.

Pesan sederhana itu disampaikan Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Rizaldi Adrian, saat Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Taman Wisata Alam Wira Garden, Kelurahan Batu Putu, Sabtu (26/9/2026).

Rizaldi mengajak masyarakat tidak terburu-buru mempercayai informasi yang ditemukan di media sosial. Sebelum memberikan komentar atau meneruskannya kepada orang lain, masyarakat diminta meluangkan waktu untuk memeriksa sumber dan kebenaran informasi tersebut.

“Cek dan ricek dulu berita yang diterima di media sosial. Perhatikan juga tanggal dan tahunnya. Jangan terburu-buru menyimpulkan kebenarannya,” kata Rizaldi.

Baca Juga  Mulai Senin Bandar Lampung Terapkan PPKM Darurat

Menurutnya, perkembangan teknologi memang membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi. Di sisi lain, kemudahan tersebut juga membuat informasi yang keliru dapat menyebar dengan cepat apabila tidak disikapi secara hati-hati.

Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri mencari informasi pembanding dan melihat siapa sumber yang menyampaikan informasi tersebut.

Rizaldi mengatakan, ketelitian dalam menerima informasi juga berkaitan dengan upaya menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Informasi yang belum jelas kebenarannya, apabila langsung dipercaya dan disebarkan, berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

“Teliti dulu beritanya, jangan langsung percaya. Kita harus menjadi masyarakat yang cerdas dalam menggunakan media sosial,” ujarnya.

Ia berharap media sosial tidak hanya menjadi tempat berbagi kabar, tetapi juga dapat digunakan untuk menyebarkan hal-hal positif dan edukatif.

Baca Juga  Ketika BPK Menguliti Proyek Rp128 Miliar Dinas PU

Bagi Rizaldi, masyarakat yang mampu memilah informasi bukan hanya sedang menjaga dirinya sendiri dari kabar yang keliru, tetapi juga ikut menjaga lingkungan sekitarnya agar tidak mudah terprovokasi.

Di tengah layar ponsel yang setiap hari dipenuhi berbagai kabar, ia mengajak masyarakat membangun kebiasaan sederhana: berhenti sejenak, membaca dengan teliti, memeriksa sumber, lalu menentukan apakah informasi tersebut layak dipercaya dan dibagikan.Langkah kecil itu dinilai penting untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dalam bermedia sosial sekaligus memperkuat persatuan dan wawasan kebangsaan.(**)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan