BANDAR LAMPUNG — Bagi warga Bandar Lampung yang setiap hari harus berpindah dari satu sudut kota ke sudut lainnya, perjalanan bukan sekadar soal sampai di tujuan. Ongkos, waktu tempuh, kenyamanan, hingga kepastian mendapatkan angkutan menjadi bagian dari keseharian.
Di tengah mobilitas kota yang terus berkembang, Pemerintah Kota Bandar Lampung kini mulai menyiapkan langkah untuk menghadirkan kembali transportasi publik yang lebih modern dan nyaman.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung mulai melakukan uji coba layanan bus perkotaan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan Pemkot untuk mengusulkan Bandar Lampung masuk dalam program Buy The Service (BTS) Kementerian Perhubungan.
Kepala Dishub Kota Bandar Lampung Socrat Pringgodanu mengatakan, upaya tersebut merupakan tindak lanjut komitmen Wali Kota Eva Dwiana untuk melakukan pembenahan transportasi publik di Kota Tapis Berseri.
Menurut Socrat, keberadaan transportasi massal yang nyaman diharapkan dapat menjadi pilihan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Program ini kita proyeksikan bakal menghadirkan layanan transportasi massal yang lebih nyaman sekaligus menjadi solusi konkret mengurai kemacetan serta mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi,” ujar Socrat.
Bagi masyarakat, transportasi publik yang baik bukan hanya tentang bus yang baru. Lebih jauh, warga membutuhkan kendaraan yang aman, jadwal yang jelas, rute yang menjangkau kawasan permukiman dan pusat aktivitas, serta tarif yang tetap terjangkau.
Karena itu, Pemkot Bandar Lampung kini aktif berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat agar kota ini dapat memperoleh dukungan subsidi operasional melalui skema BTS.
Jika terealisasi, biaya operasional bus akan mendapat dukungan pemerintah pusat sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat diberikan dengan tarif yang lebih terjangkau.
Pemkot berharap dukungan tersebut dapat membuat operasional transportasi publik secara lebih masif di Bandar Lampung mulai 2027.
Tak Lupakan Sopir Angkot
Di tengah rencana menghadirkan wajah baru transportasi publik, ada kelompok yang juga menjadi perhatian, yakni para sopir angkutan kota yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari denyut mobilitas warga Bandar Lampung.
Dishub memastikan kehadiran bus perkotaan tidak dimaksudkan untuk mematikan mata pencaharian sopir angkot.
Trayek angkot yang sudah ada tetap akan diakomodasi. Namun, rute tersebut akan dievaluasi secara berkala agar lebih sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.
“Trayek yang ada tetap kita akomodir. Namun, evaluasi berkala tetap berjalan agar rute yang dilalui benar-benar efektif dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat di lapangan,” kata Socrat.
Pendekatan tersebut menjadi penting. Sebab, perubahan sistem transportasi bukan hanya tentang mengganti kendaraan lama dengan kendaraan baru, tetapi juga memastikan masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor transportasi tetap mendapat ruang dalam sistem yang sedang dibangun.
Bus Perintis Mulai Diuji
Sebagai bagian dari persiapan tersebut, Dishub mulai melakukan uji coba bus perintis pada sejumlah rute.
Uji coba menjadi tahap penting untuk melihat bagaimana pola perjalanan masyarakat, titik-titik yang banyak digunakan penumpang, hingga efektivitas rute yang disiapkan.
Pemkot juga membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga atau badan usaha swasta untuk mempercepat penyediaan armada dan infrastruktur pendukung.
Pada akhirnya, transformasi transportasi publik Bandar Lampung akan diuji bukan hanya dari berapa banyak bus yang beroperasi, tetapi dari seberapa besar masyarakat bersedia meninggalkan kendaraan pribadi dan kembali memilih angkutan umum.(Suf)





