L
Bandar Lampung— Suasana hangat penuh semangat keilmuan terasa di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Sabtu (25/4), saat sekitar 200 peserta dari berbagai latar belakang berkumpul dalam Seminar Ulama Internasional bertema “Peran Ulama dalam Perdamaian Dunia Bersumber dari Al-Qur’an.”

Kegiatan yang digagas Yayasan Darul Fattah Lampung ini menghadirkan akademisi, mahasiswa, tokoh agama, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan keagamaan.

Dari lintas negara, sejumlah akademisi asal Mesir turut hadir, membawa perspektif global tentang peran ulama dalam menjaga harmoni dunia. Rombongan ini dipimpin oleh Prof. Majdi Ahmad Hamid Thantowi.
Seminar dibuka oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, yang dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif kolaborasi internasional, tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga ekonomi dan pariwisata.

Baca Juga  Gubernur Lampung Copot Direktur RSUDAM Imam Gozali

Ketua Yayasan Darul Fattah Lampung, K.H. Aryasin, sebelumnya menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan gagasan ulama dari berbagai latar, dalam satu semangat: menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Pesan kuat tentang peran ulama disampaikan Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Warsito. Ia menegaskan bahwa di tengah dunia yang terus berubah dan kerap diwarnai konflik, ulama memiliki posisi strategis sebagai penjaga nilai moral sekaligus agen perubahan sosial.
“Ulama bukan hanya pewaris misi kenabian, tetapi juga penuntun arah peradaban. Mereka membawa nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, yang menyejukkan dan memberi solusi,” ujarnya.

Baca Juga  Walikota Ajak Warga Hidup Sehat, Tukang Cilok Menang Mobil dan Wujudkan Mimpi Pulang Kampung

Warsito menekankan pentingnya penguatan kapasitas ulama agar mampu menghadirkan dakwah yang moderat, kontekstual, dan solutif. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan zaman, termasuk ancaman ekstremisme dan intoleransi.

Ia juga mengingatkan bahwa komitmen terhadap moderasi beragama telah diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023, yang menjadi pijakan nasional dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis dan inklusif.

Di sisi lain, Yayasan Darul Fattah Lampung dinilai sebagai lembaga yang progresif dalam pengembangan pendidikan dan pembinaan umat, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, termasuk layanan KBIUH dengan jangkauan lebih dari 20.000 jamaah.(Rls)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan