Bandar Lampung – Warga di Jalan Dr Warsito, Kecamatan Teluk Betung Utara, mengeluhkan tumpukan sampah yang semakin hari kian mengganggu. Sampah yang berserakan di pinggir jalan itu disebut-sebut telah menyerupai tempat pembuangan akhir (TPA).
Masyarakat meminta Pemerintah Kota Bandar Lampung, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), segera turun tangan menyelesaikan permasalahan ini.
“Akibat tumpukan sampah ini, banyak lalat. Apalagi lokasinya berada di dekat pemakaman umum dan kantor BPBD Kota Bandar Lampung,” ujar Andre, salah satu warga, Senin (21/4).
Ironisnya, lokasi tumpukan sampah ini berada tidak jauh dari Kantor Kecamatan Teluk Betung Utara dan hanya sekitar 200 meter dari Kantor Gubernur dan DPRD Lampung. Menurut warga, sampah di tempat ini kian hari kian menumpuk bahkan sudah memasuki badan jalan.
“Kalau sore sampai malam, sampah terus berdatangan meskipun pagi harinya sudah diangkut. Ini seperti tak pernah selesai. Kami harap pemerintah segera menanggulangi masalah ini,” tambah Andre.
Kebiasaan warga membuang sampah sembarangan dituding menjadi salah satu penyebab utamanya. Meski demikian, warga menilai pemerintah belum memberikan solusi yang tegas.
Masalah ini juga dinilai kontradiktif dengan program Asta Cita ke-8 pemerintahan Prabowo-Gibran yang mengusung semangat pelestarian lingkungan serta penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan alam dan budaya.
“Ini bukan hanya persoalan kecil. Pemerintah harus melihat persoalan sampah sebagai isu penting yang memerlukan perhatian dan solusi jangka panjang,” lanjutnya.
Sebagai perbandingan, bahkan di Riau, Kapolda Irjen Pol Herry Heryawan pernah menyoroti tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut. Ia bahkan menurunkan Dirkrimsus untuk mengecek langsung sistem tata kelola sampah di sana.
“Kami ingin Wali Kota Bandar Lampung, Bunda Eva, juga memberikan perhatian langsung pada persoalan ini,” tegas Andre.
Hingga berita ini diturunkan, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung, Veni Devialesti, belum memberikan tanggapan terkait solusi penanganan sampah di kawasan tersebut.(Ridho)



