Bandar Lampung-Manajemen Viper Cafe, Bar, dan Resto meredam keluhan suara akhirnya mulai membuahkan hasil. Setelah serangkaian mediasi, penyesuaian audio, hingga inspeksi mendadak (sidak) tengah malam bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung, situasi di lingkungan sekitar disebut semakin kondusif.

Melalui juru bicara External Corporate, Syech Hud Ismail, SH., manajemen Viper menegaskan bahwa setiap keluhan warga dijadikan bahan evaluasi serius demi menjaga kenyamanan lingkungan dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
“Kami tidak menutup mata atas masukan masyarakat. Semua kami jadikan evaluasi untuk perbaikan,” ujar Hud Ismail.

Sebagai bentuk keseriusan, Viper bersama jajaran Pemkot Bandar Lampung menggelar mediasi yang melibatkan Camat Bumi Waras, Satpol PP, Lurah Sukaraja, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, hingga para ketua RT setempat.
Tak hanya duduk bersama, tim gabungan juga turun langsung melakukan pengecekan lapangan pada jam rawan, mulai pukul 24.00 WIB hingga dini hari.

Baca Juga  TPA Bakung Berbenah, Pemkot Bandar Lampung Terapkan Metode Controlled Landfill

Penataan ulang sistem audio dilakukan secara langsung untuk memastikan suara musik tidak mengganggu permukiman warga.
Pada 17 Mei 2026, jajaran Pemkot kembali melakukan sidak ke kawasan sekitar guna melihat efektivitas peredam suara yang telah diterapkan.
“Kami juga sedang merampungkan pembangunan dinding sekat pembatas baru. Kami memohon maaf dan meminta pengertian warga selama proses penyempurnaan teknis ini berjalan,” kata Hud.

Hasil evaluasi terbaru disebut menunjukkan perubahan signifikan. Dalam sidak lanjutan pada Senin malam (25/5/2026), warga yang sebelumnya menyampaikan keberatan mengaku kondisi kini jauh lebih nyaman setelah pengaturan volume dilakukan ulang.
“Baru merasa nyaman malam ini, bahkan saya sudah bisa tidur,” ungkap warga seperti ditirukan pihak manajemen.

Baca Juga  Penegak Hukum Diminta Usut Dana Booking Hotel Jelang Muktamar NU

Di tengah polemik yang sempat ramai di media sosial, pihak Viper berharap suasana tetap kondusif. Manajemen menegaskan komitmennya untuk menjalankan usaha secara taat aturan sekaligus menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar.

Ketua RT 017 Sukaraja pun menyebut sebagian besar warga tidak mempermasalahkan keberadaan Viper karena dinilai ikut membantu perekonomian lingkungan melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
“Tujuan kami adalah maju bersama. Usaha berjalan baik, aturan pemerintah dipenuhi, dan ekonomi warga sekitar juga ikut tumbuh,” pungkas Hud Ismail.(**)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan