Bandar Lampung-
Malam nanti, Sabtu 4 April 2026 usai salat Isya, panggung sastra digital akan kembali hidup lewat program TikTok Talk bertajuk Syair Lebaran. Dua penyair lintas daerah, Isbedy Stiawan ZS dan Syaifuddin Ganie, dijadwalkan tampil membacakan puisi dalam room Catatan Biru di platform TikTok.
Kegiatan ini merupakan kali ketiga kolaborasi keduanya dalam program TikTok Talk yang diinisiasi dan disponsori oleh Habbats Drink dari Bandung, Jawa Barat. Host acara, Hendra, menyampaikan kebanggaannya dapat menghadirkan pembacaan puisi secara daring yang semakin diminati publik.
“Habbats Drink bangga dapat bekerja sama dengan dua penyair besar ini untuk menghadirkan pembacaan puisi yang lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kecil mendorong peningkatan literasi di Indonesia melalui medium yang lebih akrab dengan generasi muda.
Sementara itu, Syaifuddin Ganie menilai bahwa pembacaan puisi melalui siaran langsung di media sosial merupakan keniscayaan di era digital.
Ia menyebut, puisi kini tak lagi hadir sekadar dalam teks, tetapi menjadi perpaduan antara suara, visual, dan interaksi langsung dengan penonton.
“Puisi kini hidup dalam ruang audiovisual yang mampu menembus batas jarak, ruang, dan waktu,” jelasnya.
Senada dengan itu, Isbedy Stiawan ZS melihat TikTok sebagai ruang baru yang potensial untuk memasyarakatkan sastra, khususnya puisi. Ia menegaskan bahwa media sosial membuka akses lebih luas dibandingkan era media cetak.
“Dulu karya sastra tersebar lewat koran atau buku, kini bisa menjangkau lebih luas lewat media sosial.Harapannya, puisi semakin dikenal dan diminati, terutama oleh generasi milenial,” ungkapnya.
Isbedy yang baru saja meluncurkan buku puisi Kenduri Sumatera optimistis bahwa ruang digital akan terus menjadi jembatan antara penyair dan pembaca. Ia berharap puisi tidak lagi hanya berada di ruang sunyi, tetapi hadir dan hidup di tengah masyarakat luas.(**)






