Bandar Lampung — Di tengah lalu lintas perkotaan yang kian padat dan kualitas udara yang terus menjadi perhatian, Pemerintah Provinsi Lampung mulai melangkah menuju arah baru transportasi ramah lingkungan. Pada Ramadan 2026 mendatang, Bandar Lampung diproyeksikan menjadi kota pertama di Sumatera yang menghadirkan layanan taksi listrik.
Gagasan ini lahir dari kebutuhan akan transportasi publik yang lebih bersih, efisien, sekaligus modern. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa kehadiran taksi listrik bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bagian dari upaya jangka panjang menjaga kualitas lingkungan perkotaan.
“Ke depan kita ingin mengurangi tingkat polusi dan menjaga lingkungan tetap baik. Karena itu, kehadiran taksi berbasis listrik atau taksi hijau kita dorong hadir di Provinsi Lampung,” ujar Gubernur usai pertemuan dengan calon investor, Senin (13/1/2026).

Baca Juga  Rakyat Lampung Gedor Jakarta, Desak Ukur Ulang HGU SGC dan Copot Menteri Nusron Jika Lindungi Korporasi


Data Dinas Perhubungan menunjukkan, kebutuhan armada taksi di Lampung mencapai sekitar 4.000 unit. Namun, baru separuhnya yang beroperasi, dan seluruhnya masih bergantung pada kendaraan berbahan bakar fosil. Kehadiran taksi listrik diharapkan menjadi awal perubahan menuju sistem transportasi yang lebih berkelanjutan.
Transformasi ini tentu tidak berdiri sendiri. Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan fondasi penting berupa ekosistem Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Gubernur menyebut, kesiapan infrastruktur menjadi kunci agar kendaraan listrik dapat beroperasi secara optimal.
“Sebelum mobil listriknya banyak, ekosistem SPKLU harus kita siapkan terlebih dahulu,” ujarnya.
Saat ini, Lampung telah memiliki sekitar 44 unit SPKLU yang tersebar di berbagai wilayah. Ke depan, jumlah tersebut ditargetkan meningkat hingga 101 unit pada 2028–2029, melalui kolaborasi antara PLN dan sektor swasta, dengan fokus awal di Bandar Lampung dan kawasan aglomerasi.
Dari sisi pelaku usaha, Green SM Indonesia melihat Lampung sebagai wilayah strategis. Direktur Green SM Indonesia Denny Tija mengungkapkan, Bandar Lampung direncanakan menjadi kota keempat peluncuran layanan taksi listrik Green SM di Indonesia, sekaligus yang pertama di Pulau Sumatera.
“Insya Allah target launching di bulan Ramadan. Untuk tahap awal, kami menyiapkan sekitar 400 unit kendaraan, dan operasional dimulai di Bandar Lampung,” ujarnya.
Tak hanya soal kendaraan dan teknologi, konsep taksi listrik ini juga membawa misi sosial. Pemerintah Provinsi Lampung mewajibkan seluruh pengemudi berasal dari masyarakat lokal, dengan komitmen keterlibatan pengemudi perempuan minimal 30 persen dari total tenaga kerja.
Di sisi lain, kehadiran taksi listrik tidak akan membebani anggaran pemerintah sebagai kendaraan dinas. Gubernur menegaskan, skema kerja sama justru melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk peluang kepemilikan saham, agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh daerah.
Lebih dari sekadar moda transportasi baru, taksi listrik diharapkan menjadi simbol perubahan arah pembangunan perkotaan Lampung—menuju kota yang lebih bersih, modern, dan berpihak pada keberlanjutan lingkungan.
Jika rencana berjalan sesuai target, Ramadan 2026 bukan hanya menjadi momentum spiritual bagi masyarakat Lampung, tetapi juga awal perjalanan menuju transportasi masa depan yang lebih hijau.(Red/Wanda)

Baca Juga  Budiman AS Ajak Warga Perkuat Ketahanan Sosial di Era Digital

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan