Pesawaran– Dalam momen peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mencatat sejarah baru dengan menjadi Inspektur Upacara pertama di dunia yang memimpin upacara bendera di atas permukaan laut. Upacara digelar di Pantai Mutun, Kabupaten Pesawaran, dan diikuti ratusan peserta dari Komunitas Perenang Antar Pulau-Lampung.
Formasi angka “80” yang dibentuk para perenang di tengah laut menjadi simbol usia kemerdekaan Indonesia tahun ini. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Sekdaprov Marindo Kurniawan, dan Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Haryantana.
Atas kegiatan unik ini, Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) menganugerahkan dua rekor sekaligus:
- Gubernur pertama di dunia yang menjadi inspektur upacara di atas laut.
- Upacara bendera Merah Putih di permukaan laut dengan peserta terbanyak.
Dalam amanatnya, Gubernur Rahmat Mirzani mengatakan bahwa pelaksanaan upacara di laut menjadi wujud cinta tanah air yang kreatif dan penuh semangat.
“Kalau biasanya upacara dilakukan di darat, kali ini kita adakan di tengah laut. Ini simbol keberanian, kebersamaan, sekaligus inovasi terhadap nilai luhur kemerdekaan,” ujarnya.
Gubernur menegaskan bahwa kemerdekaan bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab untuk membawa bangsa menuju masa depan yang lebih baik. Ia mengutip pesan Bung Karno, bahwa bangsa yang tidak percaya pada kekuatan dirinya tidak akan pernah berdiri tegak sebagai bangsa merdeka.
Lebih lanjut, Mirza menyinggung potensi besar Lampung di sektor maritim dan wisata bahari. Ia menyatakan komitmen pemerintah provinsi untuk terus mengembangkan potensi tersebut secara berkelanjutan.
“Lampung akan menjadi model pembangunan maritim yang kuat dan mandiri. Kami ingin Lampung dikenal bukan hanya sebagai destinasi wisata bahari, tapi juga sebagai contoh pengelolaan pariwisata yang ramah lingkungan dan inklusif,” katanya.
Gubernur juga mengapresiasi Komunitas Perenang Antar Pulau yang kembali berhasil menorehkan rekor MURI setelah sebelumnya memecahkan rekor renang sejauh 8 kilometer sambil membawa Bendera Merah Putih.
“Teruslah berkreasi dan menginspirasi. Kemerdekaan harus dihidupkan melalui karya nyata,” tegasnya.
Direktur Marketing MURI, Awan Raharjo, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat Lampung. Ia menyebut jumlah peserta meningkat dari 511 menjadi 565 orang karena tingginya minat masyarakat ikut ambil bagian dalam sejarah ini. (Red)





