BANDAR LAMPUNG – Persoalan banjir yang masih menjadi tantangan utama di Kota Bandar Lampung dibawa Wali Kota Eva Dwiana ke panggung nasional.
Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Medan, Eva menjadikan forum tersebut sebagai ruang mencari solusi sekaligus membangun kolaborasi antarkota untuk memperkuat penanganan banjir.
Keikutsertaan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam Rakernas APEKSI XVIII tidak sekadar memenuhi agenda organisasi pemerintah kota. Forum yang diikuti 96 pemerintah kota dari seluruh Indonesia itu dimanfaatkan untuk mempelajari berbagai inovasi daerah dalam menghadapi persoalan perkotaan, khususnya mitigasi banjir.
Setibanya di Kota Medan, Selasa (30/6), Eva Dwiana langsung mengikuti konferensi pers pembukaan bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Sekretaris Dewan Pengurus APEKSI, Wali Kota Solo, dan Wali Kota Ternate.
Menurut Eva, persoalan banjir yang dihadapi banyak kota membutuhkan penanganan yang tidak hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga kolaborasi, inovasi, dan pertukaran pengalaman antarpemerintah daerah.
“Melalui Rakernas APEKSI ini kami ingin memperkuat kerja sama antarpemerintah kota, termasuk membahas upaya mitigasi banjir di kawasan perkotaan serta mengadopsi berbagai inovasi pelayanan publik yang dapat diterapkan di Bandar Lampung,” ujarnya.
Selain isu banjir, Rakernas APEKSI juga membahas tata kelola pemerintahan, transformasi pelayanan publik, pengembangan UMKM, hingga penguatan ketahanan kota dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap berbagai hasil pembahasan selama Rakernas dapat diimplementasikan dalam bentuk kebijakan yang lebih efektif, baik untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik maupun mempercepat upaya pengendalian banjir di Kota Tapis Berseri.
Rakernas APEKSI XVIII berlangsung pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026 dengan sejumlah agenda strategis, di antaranya forum tematik, Indonesia City Expo, Dialog Kota Tangguh, Karnaval Nusantara, serta pameran produk UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.(**)






