Bandar Lampung – Di tengah derasnya arus informasi digital, tantangan jurnalis bukan lagi sekadar menyampaikan berita dengan cepat. Lebih dari itu, wartawan dituntut mampu menerjemahkan berbagai persoalan ekonomi yang kerap dipenuhi istilah teknis menjadi informasi yang mudah dipahami masyarakat.

Kesadaran itulah yang mendorong Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung menggelar Capacity Building bagi insan pers di Aula Grand Elty Krakatoa Resort, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat literasi ekonomi media sekaligus meningkatkan kualitas pemberitaan yang akurat, edukatif, dan berpihak pada kepentingan publik.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Achmad P. Subarkah, mengatakan media memiliki posisi strategis dalam menjembatani komunikasi antara Bank Indonesia dengan masyarakat. Menurutnya, berbagai kebijakan moneter, inflasi, hingga stabilitas sistem keuangan sering kali menggunakan bahasa yang sulit dipahami oleh masyarakat awam.
“Media merupakan mitra sekaligus perpanjangan tangan Bank Indonesia dalam memberikan informasi kepada masyarakat dengan gaya bahasa yang khas dan mudah dipahami. Sementara bahasa ekonomi sendiri cenderung bersifat teknis, sehingga peran media sangat penting untuk menjelaskannya kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Walikota Resmi Buka Jalan Sehat HUT Kota Bandar Lampung ke-343, Hadiah Mobil hingga Rumah Dibagikan

Bagi Bank Indonesia, kualitas pemberitaan ekonomi tidak hanya diukur dari kecepatan menyampaikan informasi, tetapi juga dari kemampuan media memberikan konteks sehingga masyarakat dapat memahami dampak sebuah kebijakan terhadap kehidupan sehari-hari.

Melalui capacity building ini, para jurnalis tidak hanya mendapatkan penguatan materi mengenai isu-isu ekonomi, tetapi juga berdiskusi mengenai teknik menyusun berita yang akurat, berimbang, dan memiliki nilai edukasi. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang evaluasi terhadap pemberitaan ekonomi agar penyampaian informasi semakin efektif.

Achmad berharap kegiatan serupa dapat mempererat hubungan antara BI Lampung dan media sebagai mitra strategis dalam membangun literasi ekonomi masyarakat. Menurutnya, semakin baik pemahaman jurnalis terhadap isu ekonomi, semakin berkualitas pula informasi yang diterima publik.
“Melalui kegiatan ini kami berharap pemahaman mitra media terhadap pemberitaan ekonomi semakin baik, keterampilan teknis penulisan meningkat, serta mampu memberikan informasi yang berkualitas kepada masyarakat,” katanya.(Arif)

Baca Juga  Menjaga Kepercayaan Publik, Lampung Raih Apresiasi Ombudsman RI

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan