BATAM — Upaya Pemerintah Provinsi Lampung memperluas kesempatan masyarakat mendapatkan pendidikan kembali mendapat apresiasi. Pemprov Lampung meraih penghargaan Terbaik II kategori Akses Penduduk terhadap Pelayanan Pendidikan tingkat provinsi dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sumatera.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara yang digelar Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia bersama Kompas TV di Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu (12/8/2026).
Capaian ini menjadi pengakuan atas berbagai langkah yang dilakukan Pemprov Lampung untuk menghadirkan layanan pendidikan yang semakin mudah dijangkau masyarakat.
Sejumlah program pendidikan menjadi bagian dari upaya tersebut, mulai dari Aksi Jihan, Kelas Cangkok, penguatan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), pengembangan SMA Pendidikan Jarak Jauh dan SMA Terbuka, hingga revitalisasi satuan pendidikan.
Melalui program-program itu, pemerintah daerah berupaya menjawab persoalan pendidikan dari berbagai sisi. Bukan hanya soal ketersediaan sekolah, tetapi juga bagaimana anak-anak di berbagai wilayah Lampung tetap memiliki kesempatan memperoleh pembelajaran yang layak.
SMA Pendidikan Jarak Jauh dan SMA Terbuka, misalnya, dikembangkan untuk memberikan alternatif bagi masyarakat yang menghadapi kendala mengikuti pendidikan melalui pola reguler.
Sementara Kelas Cangkok menjadi salah satu inovasi dalam memanfaatkan sumber daya pendidikan yang tersedia agar kesempatan memperoleh layanan pembelajaran dapat semakin luas.
Di sisi lain, pelaksanaan SPMB 2026 terus diperkuat dengan mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi dan pemerataan kesempatan bagi calon peserta didik.
Pemprov Lampung juga melakukan revitalisasi satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak dan mendukung proses pembelajaran.
Tidak berhenti pada akses dan sarana pendidikan, perhatian juga diarahkan pada kesiapan lulusan memasuki dunia kerja. Salah satunya melalui penguatan pendidikan vokasi dan penyiapan lulusan SMK untuk bekerja di luar negeri, termasuk Jepang.
Langkah tersebut diharapkan membuat pendidikan vokasi semakin terhubung dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, lulusan SMK memiliki pilihan yang lebih luas, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki pasar kerja.
Penguatan karakter peserta didik juga menjadi bagian dari agenda pendidikan melalui berbagai kegiatan kepemudaan dan organisasi siswa.
Beragam program tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Lampung diarahkan tidak hanya untuk memperbanyak akses, tetapi juga meningkatkan kualitas pembelajaran, keterampilan serta kesiapan generasi muda menghadapi masa depan.
Penghargaan Terbaik II tingkat Regional Sumatera ini menjadi capaian sekaligus pengingat bagi Pemprov Lampung untuk terus memperbaiki layanan pendidikan.
Sebab, di balik angka dan penghargaan tersebut, ada harapan agar semakin banyak anak Lampung dapat bersekolah, memperoleh pembelajaran yang berkualitas, dan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk meraih masa depan. (Red)





