BANDAR LAMPUNG — Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda mulai dirasakan di sejumlah wilayah Provinsi Lampung, Sabtu (5/9/2026).

Abu vulkanik berwarna kehitaman dilaporkan terlihat di sejumlah kawasan Kota Bandar Lampung, di antaranya Kemiling, Rajabasa hingga Telukbetung Selatan.

Abu bahkan ditemukan mengendap di lantai rumah warga. Kondisi tersebut juga mulai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengendara sepeda motor.

Riedho (38), warga Rajabasa, mengatakan abu mulai terasa pada sore hari. Menurut dia, debu cukup tebal dan terus berjatuhan sehingga mengganggu aktivitas warga.

“Debunya lumayan tebal, ini enggak habis-habis,” ujar Riedho sambil menyapu abu di lantai teras rumahnya.

Keluhan serupa disampaikan Eko (60), warga Telukbetung Selatan. Ia mengatakan abu mulai terasa pada sore hari dan cukup mengganggu warga yang beraktivitas di luar rumah.

Baca Juga  Pemprov Lampung Serahkan Bonus untuk Atlet dan Pelatih Berprestasi di Peparnas XVII

“Debunya lumayan tebal, perih banget. Tadi banyak yang naik motor ngucek-ngucek mata. Sebaiknya pakai masker sekarang kalau keluar rumah,” kata Eko.

Ia berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Menurutnya, masyarakat membutuhkan informasi yang jelas dan cepat mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Sementara itu, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dilaporkan kembali meningkat. Erupsi mulai berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB dan masih terpantau hingga Sabtu (5/9/2026).

Fenomena erupsi tersebut diinterpretasikan sebagai lava fountain atau lava air mancur. Erupsi juga disertai suara dentuman dan gemuruh yang terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Pasauran.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang dikutip dari situs Magma ESDM, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III (Siaga).

Baca Juga  Marindo: Birokrasi Harus Bekerja, Bukan Sekadar Melapor

Masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari PVMBG maupun instansi terkait. Penggunaan masker juga dianjurkan saat beraktivitas di luar rumah ketika paparan abu vulkanik meningkat.(Suf)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan