BANDAR LAMPUNG — Abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) membuat sebagian warga Bandar Lampung harus lebih berhati-hati menjalani aktivitas pada akhir pekan ini.

Debu yang menyelimuti sejumlah wilayah tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga membuat kualitas udara dan kondisi jalan perlu mendapat perhatian. Pemerintah Kota Bandar Lampung pun bergerak cepat untuk mengurangi dampaknya.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana memastikan seluruh puskesmas di wilayah Kota Bandar Lampung siap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik.

“Warga yang kesehatannya terdampak abu vulkanik GAK bisa mendapatkan layanan kesehatan di seluruh puskesmas,” kata Eva di Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026).

Baca Juga  Meski Berdamai, Fraksi PDI Perjuangan Dukung Proses Etik Andi Robi di BK DPRD Lampung

Ia meminta warga tidak mengabaikan keluhan kesehatan, terutama jika mengalami gangguan pernapasan atau gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Menurut Eva, masyarakat dapat langsung mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

Di sisi lain, Pemkot Bandar Lampung juga berupaya mengurangi debu yang menempel dan beterbangan di jalan. BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) dikerahkan untuk menyemprot sejumlah ruas jalan protokol menggunakan air.

Penyemprotan dilakukan agar debu vulkanik yang menempel di permukaan jalan tidak kembali beterbangan dan mengganggu warga maupun pengguna kendaraan.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Bandar Lampung Antoni Irawan mengatakan penyemprotan dilakukan berdasarkan arahan Wali Kota.

“Ini sebagai langkah penanggulangan untuk mengurangi efek debu vulkanik yang beterbangan dan mengganggu masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Polda Lampung Gandeng Tokoh Nelayan Daeng Lukman Sosialisasikan Bahaya Bom Ikan Bagi Nelayan

Tak hanya melakukan penyemprotan, pemerintah juga meminta petugas di tingkat kecamatan dan kelurahan mendata wilayah yang terdampak abu vulkanik.

Pendataan tersebut menjadi penting untuk mengetahui seberapa luas sebaran abu sekaligus menentukan langkah penanganan berikutnya.

Di tengah kondisi tersebut, Eva mengingatkan warga untuk tidak panik. Masyarakat diminta tetap tenang, namun tidak mengabaikan kewaspadaan.

Warga juga dianjurkan menggunakan masker ketika berada di luar rumah. Terlebih, debu vulkanik dapat mengganggu pernapasan dan mengurangi jarak pandang.

Pengendara pun diminta lebih berhati-hati karena abu yang menempel di permukaan jalan dapat membuat kondisi jalan licin.

“Kami harap warga tidak panik, tetap tenang serta mengikuti informasi terkini terkait GAK. Terpenting tetap waspada saat beraktivitas di luar rumah serta memakai masker untuk sementara waktu,” kata Eva.(Nda)

Baca Juga  Kopi Bubuk Lampung Tembus Pasar Hong Kong, Bukti Nyata Hilirisasi UMKM Berdaya Saing Global

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan