BANDAR LAMPUNG — Demi menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat di tengah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemerintah Kota Bandar Lampung bergerak cepat melakukan penyemprotan di sejumlah jalan protokol.

Sebanyak 30 tangki air mobil pemadam kebakaran dikerahkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026).

Penyemprotan dilakukan untuk mengurangi debu vulkanik yang menempel di badan jalan maupun beterbangan akibat aktivitas kendaraan. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi paparan debu bagi warga yang masih harus beraktivitas di luar rumah.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Bandar Lampung, Anthony Irawan, mengatakan kebutuhan air untuk penyemprotan tidak hanya mengandalkan toren di Mako Tandean Damkarmat.

Baca Juga  Amanah Baru Enam Pejabat Lampung

Petugas juga memanfaatkan hidran air yang tersebar di sejumlah wilayah. Sebanyak 16 titik hidran disebut dalam kondisi berfungsi dan siap mendukung penanganan.

“Untuk air, bukan saja dari toren Mako Tandean, tetapi juga dari hidran-hidran air yang berada di 16 titik dan semuanya berfungsi,” kata Anthony, Minggu (6/9/2026).

Menurut Anthony, penyemprotan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana agar Satgas Kota meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Selain membersihkan jalan, petugas juga membagikan masker kepada masyarakat untuk membantu mengurangi risiko paparan debu vulkanik.

“Selain menyemprotkan, Satgas Kota juga membagikan masker kepada masyarakat,” ujarnya.

Pemkot Bandar Lampung juga meminta pamong di setiap kecamatan melakukan pendataan wilayah yang terdampak abu vulkanik.

Baca Juga  Skandal Dokumen, Kadisdik Balam Dilaporkan,Polda Didesak Tegas

Pendataan tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah untuk menentukan langkah penanganan dan antisipasi berikutnya sesuai kondisi di lapangan.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diimbau menggunakan masker saat berada di luar rumah serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak.

Langkah penyemprotan jalan dan pembagian masker menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan aktivitas warga tetap berjalan dengan lebih aman di tengah dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.(Nda)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan