BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung masih harus bekerja keras mengejar target investasi sebesar Rp16,28 triliun pada 2026. Hingga triwulan II, realisasi investasi baru mencapai Rp7,03 triliun atau sekitar 43,19 persen dari target yang ditetapkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar Rp9,25 triliun yang harus dikejar hingga akhir tahun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Lampung, Samsurijal, mengatakan realisasi investasi hingga semester pertama 2026 mencapai Rp7,03 triliun.

Menurutnya, capaian tersebut telah melampaui target dalam Rencana Strategis (Renstra) sebesar Rp10,2 triliun apabila dibandingkan secara proporsional dengan target tahunan.

“Realisasi investasi Provinsi Lampung hingga triwulan II 2026 tercatat telah mencapai Rp7,03 triliun,” kata Samsurijal, Senin (10/8/2026).

Baca Juga  Ketika Sampah Tak Lagi Berakhir di Bakung

Pada periode April hingga Juni 2026, investasi yang masuk mencapai Rp4,66 triliun. Jumlah tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,31 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp3,35 triliun.

Dari sisi investasi asing, Lampung berada di peringkat keenam se-Sumatera dan ke-24 secara nasional. Investasi tersebut tersebar dalam 593 proyek dengan penyerapan 1.314 tenaga kerja Indonesia.

Sementara PMDN mencapai 5.088 proyek dengan penyerapan 3.812 tenaga kerja Indonesia. Posisi Lampung berada di peringkat kelima se-Sumatera dan ke-17 secara nasional.

Secara keseluruhan, investasi PMA dan PMDN mencakup 5.551 proyek dengan penyerapan 5.126 tenaga kerja Indonesia. Lampung menempati posisi kelima se-Sumatera dan ke-20 secara nasional.

Baca Juga  Mayang Putra Medan Juarai Even Kejurnas Sepak Bola U-12 KWRI Lampung CUP 2023 

Dari sisi wilayah, Kabupaten Lampung Tengah mencatat investasi asing terbesar dengan nilai sekitar Rp717 miliar. Investasi tersebut bergerak pada sektor industri makanan, industri kimia dan farmasi, serta tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan.

Untuk PMDN, Kota Bandar Lampung menjadi daerah dengan nilai investasi terbesar, yakni sekitar Rp1,4 triliun.

Secara keseluruhan, Bandar Lampung mencatat realisasi investasi sekitar Rp1,6 triliun. Salah satu investasi terbesar berasal dari aktivitas pelayanan penunjang kesehatan dengan nilai sekitar Rp998 miliar.

Berdasarkan sektor usaha, investasi terbesar pada triwulan II berasal dari jasa lainnya sebesar Rp1,15 triliun, disusul industri makanan Rp1,09 triliun dan pertambangan Rp950 miliar.

Sementara itu, negara penyumbang investasi asing terbesar adalah Singapura dengan nilai sekitar Rp590 miliar, disusul China Rp411 miliar dan Malaysia Rp156 miliar.

Baca Juga  Komisi II DPRD Lampung Desak OPD Lebih Kreatif Usai Pemangkasan Anggaran Hingga 80%

BUMN juga tercatat menanamkan modal sekitar Rp1,2 triliun di Lampung.

Dengan sisa target sekitar Rp9,25 triliun, Pemprov Lampung perlu mengoptimalkan berbagai potensi daerah untuk menarik investor baru. Percepatan perizinan, kepastian berusaha, ketersediaan infrastruktur, serta pengembangan sektor unggulan menjadi sejumlah faktor yang dibutuhkan untuk mendorong peningkatan investasi.

Pemprov Lampung berharap realisasi investasi terus meningkat sehingga target yang ditetapkan untuk 2026 dapat tercapai dan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi serta penyerapan tenaga kerja di daerah.(Wanda)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan