Pemprov Lampung, Kementan, dan PLN Bersinergi Wujudkan Pertanian Modern Berbasis Teknologi dan Energi

Bandar Lampung-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Kementerian Pertanian (Kementan) dan PT PLN (Persero) memperkuat sinergi dalam mewujudkan pembangunan sektor pertanian berbasis teknologi dan energi melalui program Electrifying Agriculture dan pompanisasi.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pertanian Provinsi Lampung yang digelar di Ruang Sungkai, Balai Keratun, Kantor Gubernur.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi daerah, dengan sekitar dua juta keluarga di Lampung menggantungkan hidupnya pada sektor ini. Ia juga mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait harga gabah Rp6.500 per kilogram yang terbukti menstabilkan harga dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Lampung termasuk daerah yang stabil dalam menjaga harga gabah berkat kerja keras seluruh pihak dan sinergi dengan Kementan serta Forkopimda,” ujar Gubernur Mirza.
Ia menambahkan, Pemprov Lampung ke depan akan fokus memberikan nilai tambah pada komoditas pertanian dengan menyediakan fasilitas dryer (pengering) di desa-desa. Menurutnya, hampir semua komoditas utama seperti padi, jagung, kopi, kakao, lada, dan ubi kayu membutuhkan proses pengeringan agar kualitas dan harga jual meningkat.
“Kunci dari semua itu adalah energi. Dengan listrik yang cukup di desa, petani bisa mandiri dan ekonomi desa akan tumbuh. Ini sejalan dengan visi bottom-up economics yang dicanangkan Presiden Prabowo,” jelas Mirza.
Sementara itu, Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Arsyadany Ghana Akmalaputri menegaskan bahwa PLN siap mendukung penuh program pemerintah di bidang pertanian.
“Program pompanisasi Electrifying Agriculture ini akan kami dukung sepenuhnya. Pendekatan kami sekarang adalah compassionate service, yaitu melayani masyarakat dengan turun langsung memberikan solusi kebutuhan energi di lapangan,” tegasnya.
Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Teknologi Informasi Hermansyah turut optimistis bahwa kolaborasi antara pemerintah dan PLN akan meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi modern.
General Manager PLN UID Lampung Rizky Mochamad menuturkan bahwa hingga 2024, PLN telah mendukung 4.251 pelanggan Electrifying Agriculture dengan total kapasitas 24,61 MVA di seluruh kabupaten Lampung.
Untuk tahun 2025, program pompanisasi Kementan akan mencakup 427 titik lokasi di Lampung, yang terdiri dari:
- 12 lokasi tanpa perluasan jaringan,
- 63 lokasi dengan jaringan <200 meter,
- 352 lokasi dengan jaringan >200 meter.
Selain itu, PLN UID Lampung juga mengembangkan konsep PLN Sustainable Agriculture Ecosystem sebagai solusi pertanian masa depan, termasuk Smart Farming di Desa Trimomukti, Lampung Selatan, seluas 1.335 hektare yang menjadi proyek percontohan penerapan teknologi energi terbarukan di bidang pertanian.
Dengan kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, kementerian, dan BUMN strategis seperti PLN, Provinsi Lampung optimistis menjadi pionir pertanian modern berbasis teknologi dan energi di Indonesia.(Red)





