Bandar Lampung— Antrean panjang warga untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilogram terjadi di Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat. Kondisi ini dipicu meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Mukhlis Basri, mengatakan lonjakan antrean bukan disebabkan kelangkaan pasokan, melainkan meningkatnya permintaan masyarakat.
Menurutnya, berdasarkan komunikasi dengan Dinas Pertambangan, distribusi elpiji sebenarnya masih berjalan normal sesuai jadwal, yakni sekitar dua hingga tiga kali dalam sepekan.
“Pengiriman elpiji saat ini normal sesuai jadwal. Namun karena permintaan meningkat di bulan Ramadan, begitu mobil datang dan melakukan pembongkaran, masyarakat langsung mengantre,” ujar Mukhlis, Kamis (5/3/2026).
Sebelumnya, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram terjadi di Kecamatan Balik Bukit yang membuat warga terpaksa mengantre panjang demi mendapatkan gas bersubsidi tersebut.
Berdasarkan pantauan di Pekon Padang Cahya dan Desa Sebarus pada Rabu (4/3/2026), puluhan warga sudah datang sejak sore hari dengan membawa tabung gas kosong. Antrean bahkan mengular hingga puluhan meter di depan pangkalan elpiji.
Mayoritas warga yang mengantre merupakan ibu rumah tangga yang khawatir tidak kebagian gas, karena pasokan yang datang terbatas dan cepat habis.
Mukhlis menjelaskan, meningkatnya kebutuhan gas elpiji tidak terlepas dari aktivitas memasak masyarakat yang lebih tinggi selama Ramadan.
“Banyak masyarakat yang memasak untuk kebutuhan berbuka puasa dan sahur. Bahkan menjelang Lebaran biasanya juga mulai membuat kue, sehingga permintaan gas meningkat,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pertambangan dan meminta PT Pertamina agar menambah kuota elpiji di wilayah tersebut.
“Kita sudah komunikasi dengan Dinas Pertambangan dan meminta Pertamina agar menambah kuota sekitar 50 persen dari kuota yang ada. Rencananya penambahan itu akan diberikan sekitar satu minggu sebelum Lebaran,” katanya.(Red)




