Bandar Lampung – Kinerja ekonomi Provinsi Lampung sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Lampung mencapai 5,28 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 4,57 persen.
Kepala BPS Lampung, Ahmadriswan Nasution, menjelaskan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung atas dasar harga berlaku mencapai Rp523,84 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp296,42 triliun.
Dari sisi produksi, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi yang paling cepat tumbuh dengan 7,83 persen, disusul jasa lainnya 7,38 persen, transportasi dan pergudangan 7,32 persen, serta industri pengolahan 6,32 persen.
Meski demikian, struktur ekonomi Lampung masih didominasi sektor tradisional. Empat sektor utama penyumbang terbesar PDRB yaitu pertanian, kehutanan dan perikanan (26,90 persen), industri pengolahan (19,11 persen), perdagangan (14,36 persen), serta konstruksi (9,30 persen).
Secara regional, Lampung juga mencatat prestasi dengan menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Pulau Sumatera, setelah Kepulauan Riau dan Sumatera Selatan. Pertumbuhan tersebut juga berada di atas rata-rata ekonomi Sumatera yang tumbuh 4,81 persen.
Di sisi lain, angka kemiskinan Lampung pada September 2025 turun menjadi 9,66 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka tercatat 4,14 persen, menunjukkan perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat.(Rls)






