Bandar Lampung — Dukungan yang datang dari sembilan kabupaten/kota bukan sekadar angka bagi Gunawan Raka. Di balik itu, ada harapan besar tentang masa depan atlet muda Lampung yang ingin ia wujudkan bersama melalui Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Provinsi Lampung.
Berangkat dari kecintaannya pada olahraga lari, Gunawan merasa terpanggil untuk ikut membangun ekosistem atletik yang lebih hidup, terutama bagi generasi muda yang selama ini belum sepenuhnya mendapat ruang berkembang.
“Ini bukan tentang saya, tapi tentang anak-anak Lampung yang punya mimpi di dunia olahraga,” ujarnya dengan nada tenang.
Dukungan dari PASI di sembilan daerah mulai dari Lampung Selatan hingga Kota Metro menjadi energi baru baginya. Ia melihat kepercayaan itu sebagai awal perjalanan panjang, bukan tujuan akhir.
Menurutnya, Lampung memiliki kekuatan besar dari sisi jumlah penduduk, khususnya anak muda usia sekolah dan mahasiswa yang berada di usia emas sebagai atlet. Namun, tanpa pembinaan yang terarah, potensi itu bisa hilang begitu saja.
“Jangan sampai mereka yang punya bakat harus berhenti karena tidak ada dukungan. Kita harus hadir untuk mereka,” kata Gunawan.
Ia membayangkan sebuah sistem pembinaan yang tidak hanya melatih fisik, tetapi juga memberi harapan—bahwa menjadi atlet adalah jalan hidup yang layak diperjuangkan.
Gunawan juga menyadari tantangan besar di tengah keterbatasan anggaran. Namun baginya, kondisi itu bukan alasan untuk berhenti bergerak. Ia justru mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan, membuka kolaborasi, dan menghadirkan inovasi dalam membangun olahraga.
“Kalau kita ingin melihat Lampung berjaya di Pekan Olahraga Nasional, maka yang harus kita bangun bukan hanya atletnya, tapi juga harapannya,” tuturnya.
Ke depan, ia ingin fokus pada pembinaan atlet usia muda, terutama mereka yang saat ini masih berusia belasan tahun, sebagai pondasi menuju PON 2032. Sementara untuk PON 2028, ia berkomitmen mengawal dan mendukung atlet yang sudah ada agar mampu meraih prestasi terbaik.
Bagi Gunawan, perjalanan ini bukan soal jabatan, melainkan tentang bagaimana menghadirkan perubahan nyata. Ia percaya, dengan kebersamaan dan niat yang tulus, atletik Lampung bisa bangkit dan melahirkan lebih banyak “pahlawan olahraga” dari tanah Sai Bumi Ruwa Jurai.(**)






