Bandar Lampung — Di tepi saluran drainase yang masih basah oleh lumpur, Reza berdiri memperhatikan deretan petugas yang sibuk bekerja. Sekop demi sekop menghantam endapan tanah, mengangkat sumbatan yang sehari sebelumnya memicu luapan air hingga ke lingkungan rumahnya.

Bagi warga Sukarame itu, kehadiran Pemerintah Kota Bandar Lampung di lapangan bukan sekadar rutinitas. Ada rasa lega yang perlahan tumbuh.
“Setidaknya sekarang cepat ditangani,” ujarnya.

Sejak pagi, jajaran Pemkot Bandar Lampung melalui tim gabungan dari BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, hingga Dinas Pekerjaan Umum bergerak menyisir saluran air dari Jalan Pulau Singkep hingga Tanjungkarang Timur. Mereka mengangkat lumpur, pasir, sampah, hingga tanaman liar yang selama ini menghambat aliran.

Baca Juga  DPRD Bandar Lampung Desak Penambahan Vaksin Anti Rabies, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Langkah cepat ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Eva Dwiana yang meminta jajarannya responsif terhadap kondisi pascahujan.

Di bawah terik matahari, para petugas bekerja tanpa banyak jeda. Keringat mengalir, seragam kotor oleh lumpur, namun ritme kerja tetap terjaga. Di mata warga, pemandangan ini menghadirkan rasa diperhatikan dan sesuatu yang sederhana, tapi berarti.

Namun di balik itu, tersimpan kekhawatiran yang belum sepenuhnya hilang.
Luapan air yang datang setiap kali hujan deras masih menjadi bayang-bayang. Warga tahu, pembersihan hari ini adalah langkah penting, tetapi belum tentu menjadi akhir dari persoalan.

“Kalau hujan besar lagi, mudah-mudahan tidak meluap lagi,” kata Reza.
Pemkot sendiri sebelumnya telah melakukan pembersihan dan perbaikan di sedikitnya 18 titik drainase, termasuk normalisasi sungai dan gorong-gorong di wilayah rawan. Upaya itu menjadi bagian dari langkah jangka panjang yang terus dikejar.

Baca Juga  Demo “Indonesia Gelap” di Surabaya Berakhir Ricuh, Polisi Tembakkan Water Cannon

Di tengah aktivitas pembersihan, air mulai kembali mengalir. Parit yang semula tersumbat perlahan terbuka.
Bagi warga, mungkin ini hal kecil. Tapi dari aliran air yang kembali lancar itu, terselip harapan sederhana, bahwa perhatian pemerintah tidak hanya datang saat air meluap, tetapi juga hadir sebelum masalah kembali muncul.

Dan di situlah, hubungan antara warga dan Pemkot diuji, bukan hanya saat banjir datang, tetapi pada konsistensi menjaga kota tetap kering setelahnya.(**)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan