BANDAR LAMPUNG — Bagi sebagian orang, berjalan, keluar rumah, atau sekadar melakukan aktivitas sehari-hari mungkin merupakan hal sederhana. Namun bagi warga yang memiliki keterbatasan mobilitas, aktivitas tersebut bisa menjadi tantangan yang tidak mudah.
Kehadiran sebuah kursi roda, walker, alat bantu dengar, tongkat kruk, hingga tongkat kaki tiga karenanya bukan sekadar bantuan berupa barang. Alat-alat tersebut dapat menjadi penopang agar warga kembali lebih leluasa menjalani aktivitas sehari-hari.
Hal itulah yang coba dihadirkan Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui penyaluran bantuan alat kesehatan kepada masyarakat di Kecamatan Tanjung Senang
Bantuan diserahkan langsung Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana kepada warga yang membutuhkan.
Beragam alat bantu diberikan sesuai kebutuhan penerima, mulai dari kursi roda, walker, alat bantu dengar, tongkat kruk hingga tongkat kaki tiga.
Bagi penerima bantuan, fasilitas tersebut diharapkan dapat meringankan aktivitas sehari-hari sekaligus memberikan ruang gerak yang lebih luas.
Tidak semua warga yang membutuhkan alat bantu kesehatan memiliki kemampuan untuk mendapatkannya secara mandiri. Karena itu, bantuan pemerintah menjadi penting, terutama bagi keluarga yang harus memenuhi berbagai kebutuhan hidup sekaligus mendampingi anggota keluarganya yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Eva Dwiana mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemkot Bandar Lampung kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Bandar Lampung kepada masyarakat yang membutuhkan,” demikian keterangan Pemkot.
Pemkot memastikan bantuan disalurkan berdasarkan nama dan alamat penerima. Pendekatan tersebut dilakukan agar bantuan benar-benar diterima warga yang telah terdata dan membutuhkan.
Penyaluran bantuan juga tidak berhenti di Tanjung Senang. Pemkot Bandar Lampung menyatakan bantuan alat kesehatan akan diberikan secara bertahap di sejumlah kecamatan lainnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan dukungan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sebab, bagi warga yang mengalami keterbatasan mobilitas, sebuah alat bantu dapat memiliki arti yang jauh lebih besar dari bentuk fisiknya.
Sebuah kursi roda bisa berarti kesempatan untuk kembali keluar rumah. Sebuah walker dapat membantu seseorang berdiri dan melangkah dengan lebih percaya diri. Begitu pula alat bantu dengar maupun tongkat yang dapat membuat aktivitas sehari-hari terasa sedikit lebih mudah.
Di titik itulah bantuan pemerintah menemukan maknanya: bukan hanya menyerahkan alat, tetapi membantu membuka kembali ruang gerak dan kemandirian warga.
Pemkot Bandar Lampung pun menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan.
Karena pembangunan kota pada akhirnya bukan hanya tentang jalan, gedung, dan infrastruktur. Pembangunan juga tentang memastikan setiap warga, termasuk mereka yang membutuhkan bantuan khusus, tetap memiliki kesempatan untuk hidup, bergerak dan beraktivitas dengan lebih layak.(Nda)






