LAMPUNG UTARA — Sejak pagi hari, ratusan warga sudah memadati area Pasar Sentral Kotabumi. Mereka rela mengantre demi mendapatkan minyak goreng Minyakita dengan harga lebih murah dibanding harga pasaran yang terus naik dalam beberapa pekan terakhir.

Bagi sebagian warga, pasar murah yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdag) Lampung Utara itu bukan sekadar operasi pasar biasa, melainkan bentuk bantuan nyata di tengah kondisi ekonomi rumah tangga yang semakin berat.

Yeni, warga Kota Alam, mengaku sengaja datang lebih awal agar tidak kehabisan jatah minyak goreng murah. Ia mengatakan harga kebutuhan pokok yang terus naik membuat pengeluaran rumah tangga semakin terasa.
“Kalau beli di luar sekarang mahal. Jadi pas ada pasar murah begini sangat membantu kami,” ujarnya sambil membawa dua liter Minyakita hasil antreannya.

Baca Juga  Wakil Bupati Mesuji Yugi Wicaksono Ingatkan Pejabat Hidup Sederhana dan Fokus Kinerja

Program pasar murah Minyakita tersebut menjual minyak goreng seharga Rp15.500 per liter, jauh lebih rendah dibanding harga di pasaran yang mencapai Rp20 ribu hingga Rp22 ribu per liter.

Pada hari pertama pelaksanaan, lebih dari 400 warga tercatat membeli minyak goreng murah tersebut. Setiap pembeli dibatasi maksimal dua liter agar lebih banyak masyarakat bisa merasakan manfaatnya.

Plt Kepala Disdag Lampung Utara, Hendri, mengatakan pasar murah digelar sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurutnya, pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional agar kenaikan harga tidak semakin membebani masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini bisa membantu warga dan harga minyak goreng di pasaran kembali stabil,” kata Hendri.

Baca Juga  DPRD Lampung Utara Minta Inspektorat Terbuka, GMBI Soroti Dugaan Penyalahgunaan Dana Hibah Pilkada 2024

Tak hanya minyak goreng, pemerintah daerah juga berencana memperluas program pasar murah dengan menghadirkan kebutuhan pokok lainnya agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Di tengah antrean panjang dan cuaca panas, wajah-wajah warga tetap terlihat antusias. Bagi mereka, dua liter minyak goreng murah bukan hanya soal belanja hemat, tetapi juga sedikit kelegaan untuk dapur keluarga di rumah.(**)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan