BANDAR LAMPUNG — Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung mengecam keras penahanan sejumlah relawan kemanusiaan dan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza.
Pasukan Israel dilaporkan mencegat kapal sipil pembawa bantuan kemanusiaan di perairan internasional dekat Siprus pada Senin, 18 Mei 2026.
Dalam insiden tersebut, sejumlah warga negara Indonesia, termasuk jurnalis yang tengah menjalankan tugas peliputan, dilaporkan ditahan.
Mereka di antaranya Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika, serta Rahendro Herubowo dari iNewsTV.
Andre Prasetyo Nugroho menjadi perhatian publik karena merupakan jurnalis asal Lampung, alumni Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Lampung, sekaligus alumni UKPM Teknokra Unila. Ia diketahui aktif dalam jejaring jurnalisme independen dan ikut dalam misi kemanusiaan untuk mendokumentasikan kondisi Gaza secara langsung.
Sebelum kontak dengan kapal terputus, Andre sempat mengirimkan video darurat atau SOS yang menyebut dirinya kemungkinan telah diintersep militer Israel. Video tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu gelombang solidaritas terhadap para relawan dan jurnalis Indonesia.
Ketua IWO Lampung, Aprohan Saputra, menyampaikan kutukan keras terhadap tindakan Israel yang dinilai melanggar prinsip kemanusiaan dan kebebasan pers internasional.
“Pihaknya mengecam keras tindakan Israel yang menahan dan menculik relawan kemanusiaan serta jurnalis Indonesia dalam misi Global Sumud Flotilla. Mereka datang bukan membawa senjata, tetapi membawa bantuan kemanusiaan dan menyuarakan penderitaan rakyat Palestina kepada dunia,” ujar Aprohan, Kamis, 21 Mei 2026.
Menurutnya, jurnalis memiliki perlindungan dalam hukum internasional dan tidak boleh menjadi target intimidasi maupun penahanan saat menjalankan tugas jurnalistik.
“Keselamatan para relawan dan jurnalis harus menjadi prioritas. Dunia internasional tidak boleh diam terhadap tindakan yang mengancam misi kemanusiaan dan kebebasan pers,” tegasnya.
Sebagai sesama alumni UKPM Teknokra Unila, Aprohan juga menyampaikan solidaritas moral kepada Andre Prasetyo Nugroho yang kini berada dalam situasi darurat di tengah misi kemanusiaan internasional.
“Pers mahasiswa mengajarkan keberanian menyuarakan kebenaran dan keberpihakan terhadap nilai kemanusiaan. Apa yang dilakukan Andre adalah bagian dari panggilan moral seorang jurnalis,” tambahnya.
IWO Lampung juga meminta pemerintah Indonesia memperkuat langkah diplomatik guna memastikan seluruh WNI dalam misi tersebut segera dibebaskan dan dipulangkan dengan selamat.
Gelombang dukungan terhadap pembebasan jurnalis dan relawan Indonesia terus menguat di berbagai daerah. Sejumlah komunitas pers, aktivis kemanusiaan, dan organisasi masyarakat menyampaikan solidaritas melalui media sosial maupun aksi publik.(Rls)





