Bandar Lampung — Aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Bambu Kuning kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandar Lampung. Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), penataan pedagang sekaligus pembersihan drainase dilakukan di sekitar Gereja Marturia, Selasa (2/6/2026), sebagai upaya menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib, bersih, dan nyaman.

Puluhan personel Satpol PP bersama petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turun langsung ke lapangan. Selain menata lapak-lapak yang dinilai mengganggu ketertiban umum, petugas juga membersihkan saluran drainase yang selama ini berpotensi menyebabkan genangan air saat hujan.

Plt Kepala Satpol PP Kota Bandar Lampung, Anthony Irawan, mengatakan kegiatan tersebut bukan semata-mata penertiban, melainkan bagian dari upaya menjaga kenyamanan bersama di salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Penataan ini dilakukan agar pedagang dapat berjualan dengan lebih tertib dan pembeli merasa nyaman saat beraktivitas di kawasan pasar,” ujarnya.

Baca Juga  Sekretariat DPRD Sosialisasikan Kamus Pokir RKPD 2027

Bambu Kuning selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan yang ramai di Kota Bandar Lampung. Setiap hari, kawasan tersebut menjadi tempat bertemunya ribuan warga yang mencari kebutuhan sehari-hari sekaligus sumber penghidupan bagi banyak pedagang.

Karena itu, penataan kawasan pasar menjadi tantangan tersendiri. Di satu sisi, aktivitas ekonomi harus tetap berjalan, sementara di sisi lain fasilitas umum seperti trotoar dan saluran drainase perlu dijaga agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Anthony menegaskan, kegiatan serupa tidak hanya dilakukan di kawasan Pasar Bambu Kuning. Satpol PP bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan dan penataan di berbagai titik lain, terutama terhadap penggunaan trotoar dan fasilitas umum yang dapat mengganggu kepentingan masyarakat luas.

Baca Juga  Wali Kota Bandar Lampung Berikan Tali Asih kepada Atlet dan Pelatih PON XXI Aceh-Sumut

Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap langkah penataan ini dapat menghadirkan wajah pasar yang lebih tertib tanpa menghilangkan denyut ekonomi yang telah lama tumbuh di kawasan tersebut. Sebab pasar yang bersih, tertata, dan nyaman bukan hanya menguntungkan pembeli, tetapi juga menjadi ruang usaha yang lebih baik bagi para pedagang.

Pada akhirnya, upaya berbenah di Bambu Kuning bukan sekadar soal merapikan lapak atau membersihkan drainase. Lebih dari itu, ini adalah ikhtiar menjaga agar salah satu jantung perdagangan Kota Bandar Lampung tetap hidup, nyaman, dan ramah bagi semua.(Wanda)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan