LAMPUNG TIMUR — Bagi petani, air bukan sekadar kebutuhan. Di tengah musim kemarau, air adalah penentu apakah tanaman bisa tumbuh atau justru layu sebelum dipanen.
Karena itu, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang disalurkan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menjadi angin segar bagi kelompok tani. Salah satunya bagi Kelompok Tani Tri Lestari 3, Kecamatan Pekalongan, yang menerima bantuan pompa air.
Bantuan tersebut diserahkan langsung Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah di Gedung Tani Lampung Timur, Kamis (10/9/2026).
Ketua Kelompok Tani Tri Lestari 3, Warto, mengatakan pompa air sangat dibutuhkan para petani, terutama ketika hujan jarang turun. Dengan alat tersebut, petani dapat memanfaatkan sumber air dari rawa untuk mengairi tanaman.
“Sangat berguna, bisa untuk menyedot air dari rawa untuk mengairi tanaman. Terutama sayuran sangat membutuhkan air,” kata Warto.
Bagi Warto dan para petani lainnya, keberadaan pompa air bukan hanya soal alat bantu. Lebih dari itu, alat tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga tanaman tetap hidup dan hasil pertanian tetap terjaga ketika kemarau datang.
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menyalurkan bantuan alsintan sebagai bagian dari upaya mendorong produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mengatakan sektor pertanian memiliki peran besar dalam kehidupan ekonomi masyarakat Lampung Timur. Berdasarkan data pemerintah daerah, sekitar 37 persen pendapatan masyarakat di daerah tersebut berasal dari sektor pertanian.
“37 persen pendapatan masyarakat Lampung Timur dari pertanian. Sehingga jika hasil meningkat, tentu akan meningkatkan pendapatan masyarakat Lampung Timur,” kata Ela.
Menurut Ela, peningkatan produksi pertanian menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Dukungan sarana dan prasarana diberikan melalui kelompok tani dengan mempertimbangkan basis data petani dan kebutuhan di lapangan.
“Program bantuan alsintan merupakan bentuk sinergi pemerintah dengan masyarakat petani. Bantuan turun berdasarkan basis data petani yang ada dan yang membutuhkan,” ujarnya.
Namun, Ela mengingatkan bantuan tersebut bukan untuk dikuasai segelintir orang. Alsintan harus digunakan untuk kepentingan seluruh anggota kelompok tani penerima.
Ia meminta alat pertanian tidak dialihkan atau dipindahkan sebelum seluruh anggota kelompok memperoleh manfaat.
“Jangan sampai alsintan digeser sebelum anggota kelompok tani memanfaatkannya. Kami akan melakukan pemantauan secara serius melalui Dinas Pertanian terkait penggunaan alat pertanian bantuan,” tegasnya.
Ela juga meminta kelompok tani menjaga dan merawat alsintan dengan baik. Pengoperasian alat harus mengikuti standar operasional prosedur (SOP) agar tidak cepat rusak dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Jangan hanya mau mengajukan dan menerimanya saja, tetapi tidak merawat alat pertanian. Bantuan alat pertanian diberikan pemerintah untuk menunjang produktivitas komoditas hasil pertanian,” katanya.
Adapun alsintan yang disalurkan terdiri dari 12 unit pompa air berukuran 6 inci, 12 unit pompa air 4 inci, tujuh unit traktor roda empat, lima unit rice transplanter, dan empat unit traktor roda dua.
Bagi pemerintah, deretan mesin tersebut adalah sarana untuk meningkatkan produksi. Namun bagi petani seperti Warto, sebuah pompa air bisa berarti lebih sederhana sekaligus lebih penting: menjaga tanaman tetap mendapat air, mempertahankan hasil panen, dan menjaga harapan agar dapur keluarga tetap menyala.(Gus)




