BANDAR LAMPUNG — Bandar Lampung masuk jajaran 400 besar kota dunia dalam Global Cities Index 2026 yang dirilis Oxford Economics. Ibu kota Provinsi Lampung itu berada di peringkat 395 dari 1.000 kota yang masuk dalam pemeringkatan tersebut.
Dalam daftar resmi Oxford Economics, Bandar Lampung mencatat skor keseluruhan 46,5. Posisi tersebut menempatkan Bandar Lampung berdampingan dengan sejumlah kota dunia lainnya, termasuk Samsun di Turki yang berada di peringkat 394 dan Yogyakarta di Indonesia yang berada di peringkat 396.
Oxford Economics menyusun Global Cities Index dengan membandingkan 1.000 kota terbesar di dunia melalui lima kategori utama, yakni Economics, Human Capital, Quality of Life, Environment, dan Governance.
Kelima kategori tersebut kemudian digabungkan menjadi skor keseluruhan untuk menggambarkan posisi relatif masing-masing kota. Oxford Economics menyebut indeks ini tidak hanya melihat kondisi ekonomi, tetapi juga kekuatan sumber daya manusia, kualitas hidup, lingkungan dan tata kelola pemerintahan.
Untuk Bandar Lampung, kategori Environment menjadi salah satu capaian yang menonjol dengan skor 79,0. Sementara itu, skor Economics berada di angka 47,5, Quality of Life 47,6, Governance 59,1, dan Human Capital 38,9.
Posisi tersebut sekaligus menempatkan Bandar Lampung dalam peta kota-kota yang diperhitungkan Oxford Economics secara global.
Sebagai kota terbesar di Provinsi Lampung, Bandar Lampung memiliki posisi strategis dalam aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di kawasan selatan Sumatera. Kota ini menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, pendidikan serta berbagai aktivitas ekonomi yang melayani masyarakat Lampung dan wilayah sekitarnya.
Namun, peringkat dalam Global Cities Index tidak semata-mata menggambarkan ukuran ekonomi sebuah kota. Oxford Economics menggunakan pendekatan yang lebih luas dengan melihat berbagai indikator sosial-ekonomi dan proyeksi perkembangan kota.
Dalam metodologinya, setiap kategori dinilai pada skala 0 hingga 100, dengan 100 menunjukkan performa tertinggi dalam kumpulan kota yang dianalisis. Oxford Economics juga menekankan bahwa indeks tersebut menggunakan prakiraan ekonomi kota sehingga turut menggambarkan arah perkembangan dan potensi kota ke depan.
Dengan demikian, peringkat 395 Bandar Lampung dapat menjadi salah satu gambaran mengenai posisi kota tersebut dalam lanskap perkotaan global. Data lima kategori yang digunakan Oxford Economics juga memperlihatkan bahwa kekuatan dan tantangan Bandar Lampung tidak hanya berada pada sektor ekonomi, tetapi mencakup sumber daya manusia, kualitas hidup, lingkungan dan tata kelola.
Bagi Bandar Lampung, masuknya nama kota ini dalam daftar 1.000 kota dunia juga memberikan ruang untuk melihat pembangunan kota dari perspektif yang lebih luas. Penguatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan kualitas hidup, pengembangan ekonomi, tata kelola serta keberlanjutan lingkungan menjadi bagian dari dimensi yang tercermin dalam indeks tersebut.
Global Cities Index 2026 sendiri menempatkan New York, London dan Paris di tiga posisi teratas. Oxford Economics mencatat kota-kota Eropa dan Amerika Utara masih mendominasi jajaran teratas, sementara sejumlah kota di Asia menunjukkan perkembangan ekonomi yang semakin kuat.
Di tengah peta tersebut, Bandar Lampung berada di peringkat 395. Sebuah angka yang sekaligus menjadi potret posisi kota ini dalam peta 1.000 kota dunia yang dinilai Oxford Economics pada 2026.(Red)





