BANDAR LAMPUNG – Harapan baru muncul dari warga Bandar Lampung yang setiap hari melintasi jalan-jalan rusak. Mulai Agustus 2026, Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) akan memulai peningkatan konstruksi delapan ruas jalan menggunakan rigid pavement atau beton.

Bagi pemerintah, proyek ini merupakan upaya meningkatkan kualitas infrastruktur. Namun bagi masyarakat, betonisasi memiliki makna yang lebih besar: menghadirkan rasa aman saat berkendara dan mengakhiri cerita pilu akibat kecelakaan di jalan berlubang.

Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung, Dedi Sutiyoso, mengatakan pengerjaan ditargetkan berlangsung selama empat hingga lima bulan. Konstruksi beton dipilih karena lebih kuat dan memiliki usia layanan lebih panjang dibandingkan aspal, terutama pada ruas jalan yang kerap tergenang air atau berada di atas kontur tanah yang kurang stabil.

Baca Juga  Bantah Adanya Reklamasi, Pihak Jumbo Seafood Sebut Hanya Lakukan Penataan Lahan

“Secara bertahap ruas jalan di Bandar Lampung akan kami tingkatkan menjadi rigid beton. Konstruksi ini cukup kompleks sehingga membutuhkan waktu pelaksanaan yang cukup panjang,” kata Dedi, Jumat (31/7/2026).

Delapan ruas jalan yang akan dibeton meliputi Jalan Pangeran Tirtayasa sepanjang 4.990 meter, Jalan Pulau Singkep 1.035 meter, Jalan Ratu Dibalau 990 meter, Jalan Letkol Endro Suratmin 735 meter, Jalan Pulau Pisang 572 meter, Jalan Wala Utama 495 meter, Jalan R.A. Basyid 381 meter, dan Jalan Batu Suluh 131 meter.

Selama pekerjaan berlangsung, masyarakat diperkirakan akan menghadapi pengalihan arus dan pembatasan lalu lintas. Dinas PU bersama Dinas Perhubungan telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk meminimalkan gangguan.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Dukung Digitalisasi Dokumen Pemerintahan Lewat Aplikasi Namo Author

“Kami memohon maaf apabila mobilitas masyarakat terganggu selama pekerjaan berlangsung. Kami mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati saat melintasi lokasi proyek,” ujar Dedi.

Di kawasan Jalan Pangeran Tirtayasa, kabar betonisasi disambut lega. Arif, pemilik warung yang setiap hari menyaksikan lalu lalang kendaraan, mengaku sudah terlalu sering melihat pengendara terjatuh akibat jalan berlubang.

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan. Ia bahkan masih mengingat adanya kecelakaan yang merenggut nyawa seseorang di ruas jalan tersebut.

“Kalau jalannya sudah bagus, semoga tidak ada lagi orang yang celaka. Kami hanya ingin masyarakat bisa pulang ke rumah dengan selamat,” harapnya.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Fokus Tingkatkan Kemandirian Keuangan Daerah

Harapan serupa disampaikan Pay, seorang mekanik bengkel di sekitar lokasi. Ia menilai kombinasi jalan berlubang dan minimnya penerangan pada malam hari selama ini menjadi ancaman bagi pengendara, khususnya pengendara sepeda motor.

Baginya, betonisasi bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi investasi keselamatan yang manfaatnya akan dirasakan ribuan warga setiap hari.

Pemkot Bandar Lampung juga memastikan program peningkatan jalan akan berlanjut pada 2027. Penentuan ruas jalan berikutnya akan disesuaikan dengan hasil kajian teknis dan kemampuan anggaran daerah.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, warga berharap istilah “jalan maut” perlahan hilang dari sejumlah ruas di Bandar Lampung, berganti menjadi jalan yang lebih aman, nyaman, dan layak dilalui.(Wanda)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan