Bandar Lampung — HIPMI Lampung bersama BRI Regional Office Bandar Lampung memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Ketua HIPMI Lampung Gilang Ramdhan dan Regional CEO BRI Regional Office Bandar Lampung Andreas Chandra Santoso.
Pertemuan tersebut turut membahas dukungan BRI terhadap agenda “HIPMI Run” sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis dalam pengembangan sektor ekonomi unggulan di Provinsi Lampung.
Dalam audiensi itu, kedua pihak menyoroti besarnya potensi komoditas unggulan Lampung, khususnya sektor sawit, kopi, dan singkong yang dinilai memiliki daya saing hingga pasar nasional maupun internasional. BRI Regional Office Bandar Lampung saat ini juga telah memiliki Project Management Office (PMO) yang berfokus pada pengembangan ekosistem komoditas secara terintegrasi, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
HIPMI Lampung menyatakan siap menjadi mitra strategis dalam memperkuat rantai ekosistem usaha daerah agar semakin modern, besar, dan berdaya saing. Para pengusaha lokal juga berharap pelaku usaha asal Lampung mendapat porsi lebih besar dalam pengelolaan potensi daerah sehingga dampak ekonomi lebih dirasakan masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Selain pengembangan bisnis, audiensi juga menekankan pentingnya edukasi manajemen keuangan dan regenerasi pengusaha muda. BRI menyatakan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan dan edukasi finansial guna melahirkan generasi entrepreneur baru yang mampu mengembangkan usaha secara profesional dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara program “Desaku Maju” milik Pemerintah Provinsi Lampung dan program “Desaku BRILiaN” milik BRI turut menjadi pembahasan penting. Kedua program dinilai memiliki visi sejalan dalam memperkuat ekonomi desa dan membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal.
BRI juga menyatakan kesiapan membantu para pengusaha yang ingin mengembangkan usaha di bidang ekspor-impor, termasuk melalui peningkatan kapasitas bisnis dan akses pembiayaan berkelanjutan.
Sementara itu, HIPMI Lampung menegaskan komitmennya menjadi wadah inkubasi pengusaha muda baru dari berbagai sektor usaha. Ke depan, HIPMI bersama BPC HIPMI di sejumlah daerah akan melakukan kurasi terhadap komoditas dan pelaku usaha potensial agar dapat berkembang lebih terstruktur.
Transformasi paradigma organisasi juga menjadi perhatian penting dalam kepengurusan HIPMI saat ini. HIPMI Lampung ingin mengubah stigma lama yang identik dengan “menunggu proyek pemerintah” menjadi organisasi yang aktif menciptakan entrepreneur muda baru yang inovatif dan adaptif di berbagai bidang usaha.
Sebagai tindak lanjut, pertemuan lanjutan akan digelar untuk membahas berbagai program potensial secara lebih teknis dan mendalam guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kolaborasi.(Rls)





