BANDARLAMPUNG — Ada amanah baru yang kini berada di pundak Dr. Ahiruddin, S.E., M.M.

Setelah sebelumnya dipercaya memimpin Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) sebagai dekan, Ahiruddin kini mendapat tugas untuk membawa wajah baru bagi Pascasarjana Universitas Saburai.

Ia resmi dilantik sebagai Direktur Pascasarjana Universitas Saburai berdasarkan Surat Keputusan Nomor 87/021003/KPTS/R/KP/IX/2026 tertanggal 15 September 2026.

Penunjukan tersebut bukan sekadar pergantian jabatan. Bagi Universitas Saburai, hadirnya Direktur Pascasarjana untuk pertama kalinya setelah 36 tahun menjadi bagian dari upaya menata dan memperkuat pendidikan magister di kampus tersebut.

Rektor Universitas Saburai, Dr. Sodirin, S.E., M.M., mengatakan keberadaan Direktur Pascasarjana menjadi momentum penting untuk membangun pengelolaan pendidikan magister yang lebih terarah.

Baca Juga  Dari Kebun ke Meja Konsumen, PTPN I Perkuat Hilirisasi dan Merek Produk

“Selama 36 tahun, baru ada Direktur Pascasarjana. Ini menjadi langkah penting untuk memperkuat dan membangun Pascasarjana Universitas Saburai,” ujar Sodirin.

Di tangan Ahiruddin, dua program studi yang telah berjalan, yakni Magister Manajemen (MM) dan Magister Hukum (MH), diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri. Keduanya perlu disatukan dalam sebuah tata kelola yang lebih kuat dan saling mendukung.

“Saya minta satukan Magister Manajemen dan Magister Hukum. Kuatkan koordinasi untuk membangun Pascasarjana,” katanya.

Harapan Universitas Saburai tidak berhenti pada dua program studi tersebut. Rencana membuka Program Magister Pedagogik juga didorong agar segera diwujudkan.

“Segera realisasikan Magister Pedagogik. Semoga dengan tiga program studi magister ke depan, kejayaan Saburai dapat kembali,” ujar Sodirin.

Bagi pimpinan universitas, pembangunan Pascasarjana bukan pekerjaan satu orang. Dibutuhkan komunikasi, koordinasi dan kemauan untuk berjalan bersama.

Baca Juga  Pembentukan IKA Untirta Lampung Ajak Alumni Perkuat Silaturahmi

“Koordinasi harus diperkuat. Kita bersama-sama membangun Pascasarjana agar ke depan semakin berkembang,” katanya.

Kepercayaan kepada Ahiruddin juga tidak datang tanpa alasan.

Ketua Yayasan Universitas Saburai, Ahmad Bastari, S.Sos., M.M., menyebut pengalaman, senioritas, kiprah dan kinerja Ahiruddin selama berada di lingkungan kampus menjadi pertimbangan dalam penunjukan tersebut.

“Kami memilih beliau karena senior, kiprah dan kinerjanya sudah terbukti. Harapannya, beliau bisa mengayomi kedua pascasarjana yang ada,” ujar Ahmad Bastari.

Di balik jabatan tersebut, ada pula pesan sederhana yang dititipkan yayasan: kebijaksanaan.

Ahiruddin diharapkan tidak hanya mampu mengelola program studi dan urusan akademik, tetapi juga menjadi sosok yang bisa mengayomi dosen dan mahasiswa dalam menjalankan aktivitas pendidikan.

Baca Juga  Komisi II DPRD Lampung Desak Solusi Lartas Ekspor Tapioka, Petani Singkong Disarankan Alih Tanam ke Jagung atau Padi

“Harapan kami, dalam bekerja dan mengambil keputusan harus lebih bijak,” katanya.

Pesan lain yang tidak kalah penting adalah pakta integritas yang telah ditandatangani. Amanah tersebut diminta tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi benar-benar menjadi pedoman dalam menjalankan tugas.

“Laksanakan dengan sungguh-sungguh pakta integritas yang sudah ditandatangani,” tegasnya.

Pada akhirnya, keberhasilan Pascasarjana tidak hanya akan diukur dari bertambahnya program studi atau semakin banyaknya mahasiswa. Ada pengalaman mahasiswa yang juga harus dijaga—bagaimana mereka mendapatkan pelayanan, kemudahan dalam urusan akademik, serta merasa dihargai selama menempuh pendidikan.

Karena itu, Ahmad Bastari meminta pelayanan kepada mahasiswa menjadi perhatian utama.

“Pastikan mahasiswa pascasarjana sudah mendapatkan pelayanan dengan baik. Jangan mempersulit mahasiswa,” pesannya.(**)

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan