Bandar Lampung – Suasana rapat paripurna di DPRD Kota Bandar Lampung pada Kamis (5/3/2026) tampak sedikit berbeda dari biasanya. Di tengah jajaran pimpinan dewan yang kompak mengenakan setelan jas gelap dan peci hitam, satu sosok tampil mencolok dengan jas merah.
Sosok tersebut adalah Wiyadi, Wakil Ketua III DPRD Kota Bandar Lampung dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Ia terlihat mengenakan kemeja putih yang dipadukan dengan jas merah maroon serta topi yang kontras dengan busana pimpinan dewan lainnya.
Penampilan Wiyadi langsung menarik perhatian awak media yang meliput agenda rapat paripurna tersebut. Apalagi, agenda sidang saat itu membahas pengesahan Peraturan Daerah tentang pengelolaan barang milik daerah.
Di tengah suasana formal ruang sidang yang didominasi warna-warna gelap, pilihan busana Wiyadi tampak berbeda dan cukup mencolok di antara jajaran pimpinan dewan lainnya.
Sejumlah spekulasi sempat muncul terkait pilihan jas merah tersebut, terlebih di tengah isu renggangnya hubungan antara legislatif dan eksekutif beberapa waktu terakhir.
Namun saat ditemui usai rapat paripurna, Wiyadi menanggapi santai berbagai anggapan tersebut. Ia bahkan tertawa ketika ditanya apakah jas merah yang dikenakannya merupakan bentuk pesan atau protes tertentu.
“Enggak ada kaitan ke situ. Kalau baju kan kapan saja kita mau pakai seragam, yang penting sesuai aturan. Hari ini kan pakai PSR lengan panjang, kebetulan saja warnanya merah,” ujar Wiyadi.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya kerap mengenakan berbagai warna jas dalam kesempatan berbeda, seperti hijau, kuning, maupun biru.
Bagi Wiyadi, pilihan busana tidak memiliki makna khusus. Yang terpenting adalah tetap mengikuti aturan berpakaian resmi dalam forum rapat.(Wanda)



