Bandar Lampung-Bocah itu baru berusia empat tahun. Namun hidupnya berakhir di kolam renang Swiss-Belhotel Lampung.

Peristiwa tenggelamnya balita berinisial SP kini menjelma menjadi sorotan publik sekaligus membuka pertanyaan besar, seberapa ketat sebenarnya standar keselamatan di hotel berbintang?

Selasa siang, 12 Mei 2026, ruang hearing Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung mendadak berubah tegang. Manajemen Swiss-Belhotel dipanggil untuk menjelaskan kronologi kematian balita tersebut. Di hadapan anggota dewan, pihak hotel diminta membuka bagaimana seorang anak bisa tenggelam di area yang semestinya berada dalam pengawasan ketat.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung, Romi Hussin, menilai insiden itu tidak bisa sekadar dianggap musibah biasa. Ada standar keamanan yang dipertanyakan.
“Dalam hal ini kami mengonfirmasi bagaimana peristiwa itu bisa terjadi,” ujar Romi.

Baca Juga  Pemprov Lampung Percepat Perbaikan Jalan, Pastikan Konektivitas Lancar Jelang Mudik

Pertanyaan itu menjadi penting karena kolam renang hotel bukan sekadar fasilitas pelengkap. Area tersebut merupakan zona berisiko tinggi, terlebih bagi anak-anak. Dalam praktiknya, pengawasan lifeguard, papan peringatan, hingga sistem pemantauan menjadi elemen wajib yang tak boleh longgar.

Komisi I juga memperingatkan manajemen hotel agar memperketat sistem pengamanan. DPRD menilai tragedi tersebut harus menjadi alarm bagi seluruh pengelola hotel dan tempat hiburan di Bandar Lampung yang menyediakan fasilitas kolam renang.

Sorotan lain muncul pada tanggung jawab pihak hotel terhadap keluarga korban. Anggota Komisi I, Yunika, mengatakan pihak Swiss-Belhotel menyampaikan akan memberikan kompensasi melalui mekanisme asuransi.

Namun bagi DPRD, persoalannya bukan hanya soal santunan. Ada tuntutan moral agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.
“Kami berharap proses asuransi dapat dipercepat agar keluarga korban segera mendapatkan haknya,” kata Yunika.

Baca Juga  Hari Ke-7 Kebakaran TPA Bakung Berhasil di Kendalikan

Kasus ini memperlihatkan bagaimana kelalaian sekecil apa pun di ruang publik dapat berujung fatal. Di balik gemerlap hotel berbintang, tragedi itu menyisakan pertanyaan tentang pengawasan, tanggung jawab, dan nyawa pengunjung yang seharusnya menjadi prioritas utama.(Usuf)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan