BANDAR LAMPUNG – Pagi itu, deru kereta yang melintas di Stasiun Sukamenanti, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, terdengar berbeda dari biasanya. Bukan hanya membawa penumpang dan barang, rangkaian Rail Clinic milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre IV Tanjungkarang datang membawa harapan baru bagi ratusan warga yang tinggal di sekitar jalur rel.
Sejak pagi, sekitar 250 warga dan siswa sekolah dasar telah mengantre untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis. Bagi sebagian dari mereka, kesempatan bertemu dokter spesialis tanpa harus menempuh perjalanan jauh menjadi hal yang sangat berarti.
Kehadiran Rail Clinic kali ini juga menjadi penanda semakin eratnya kolaborasi antara PT KAI dan RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, dr. Imam Ghozali, mengatakan pelayanan kesehatan tidak boleh menunggu masyarakat datang ke rumah sakit. Menurutnya, fasilitas kesehatan harus mampu hadir lebih dekat kepada warga yang membutuhkan.
“Program Rail Clinic sangat baik karena mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Kami mengapresiasi langkah KAI yang secara konsisten menghadirkan pelayanan kesehatan gratis dan edukasi kesehatan bagi warga,” kata dr. Imam Ghozali.
Dalam kegiatan tersebut, RSUD Abdul Moeloek menerjunkan sejumlah tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis obstetri dan ginekologi, bidan, perawat, tim promosi kesehatan, serta tenaga medis lainnya. Bersama tim kesehatan PT KAI, mereka memberikan pemeriksaan kesehatan umum, layanan kesehatan mata dan gigi, pemeriksaan laboratorium sederhana, hingga edukasi kesehatan.
Bagi warga yang selama ini kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan, layanan itu menjadi kesempatan untuk memeriksa kondisi tubuh sekaligus memperoleh penanganan sejak dini.
Ke depan, kerja sama tersebut tidak hanya berhenti pada kegiatan pemeriksaan kesehatan. RSUD Abdul Moeloek dan PT KAI berencana mengembangkan berbagai layanan medis yang dapat dilakukan langsung di dalam Rail Clinic, termasuk tindakan medis sederhana seperti operasi amandel dan operasi katarak.
Selain itu, layanan khusus bagi lansia juga menjadi perhatian. Keluhan nyeri lutut, nyeri pinggang, hingga gangguan kesehatan yang kerap dialami kelompok usia lanjut diharapkan dapat ditangani lebih mudah melalui program pelayanan kesehatan berbasis kereta tersebut.
Di luar layanan kesehatan, PT KAI turut menyalurkan bantuan sosial berupa kursi roda, kruk, dan kacamata bagi warga yang membutuhkan. Para siswa sekolah juga mendapatkan edukasi keselamatan perjalanan kereta api dari Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska).
Di tengah aktivitas perkeretaapian yang terus bergerak, Rail Clinic menghadirkan makna lain tentang perjalanan. Bukan sekadar menghubungkan satu kota ke kota lain, tetapi juga menjembatani akses kesehatan bagi masyarakat yang selama ini berada jauh dari layanan medis.
Dari atas rel, harapan itu kini melaju menuju lebih banyak warga yang membutuhkan.(Usuf)





